medcom.id, Washington: Jumlah terduga korban kasus pedofilia dengan pelaku William Vahey diyakini telah meningkat tajam. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengaku ratusan orang telah menghubungi mereka sejak fakta terkait Vahey dimunculkan ke publik.
"FBI telah dihubungi ratusan orang dari seluruh dunia untuk mengetahui apakah mereka telah menjadi korban atau sekadar mencari informasi dari investigasi kami saat ini," ucap Agen Spesial Shauna Dunlap di Washington, AS, Selasa (13/5/2014).
Dunlap berharap siapapun yang merasa terkait kasus Vahey untuk menghubungi FBI dan mendapatkan konseling atau informasi lainnya. Vahey sendiri diketahui telah tewas bunuh diri di usia 64 usai bukti kuat kelakuan bejatnya terungkap dari sebuah memory drive.
Dalam pernyataan FBI sebelumnya, seperti dilansir AP, dikatakan Vahey telah melecehkan sedikitnya 90 anak laki-laki. Ini berdasarkan bukti foto dari memory drive yang dicuri pembantu rumah tangga Vahey di Nikaragua. Namun jika dilihat dari banyaknya penelepon, Dunlap menduga jumlah korbannya lebih dari 100.
Meski rapat disimpan, kedok Willam James Vahey akhirnya terbongkar juga. Rahasia pelaku pedofilia yang malang melintang sebagai guru itu, terungkap oleh staf sekolah Amerika di Managua, Nicaragua.
Menurut Federal Beureu Investigation dalam laman resminya, Seorang pegawai di sekolah yang terletak di Pista Suburbana, Managua, Nikaragua itu mengetahui sebuah flashdisk milik Vahey berisi banyak gambar pornografi anak.
Menurut pegawai tersebut, dalam flashdisk, terdapat banyak gambar anak-anak yang diperkirakan berusia 12--14 tahun. Gambar-gambar itu dimuat dalam folder-folder yang diberi identitas tanggal dan lokasi, yang diyakini sebagai tempat tujuan jalan-jalan Vahey bersama murid-muridnya. Vahey mengajar di sekolah internasional Nicaragua sejak 12 Agustus 2013. Dia menjadi guru sejarah dan geografi untuk kelas sembilan.
Berdasarkan laporan FBI, pegawai tersebut sempat menanyakan Vahey soal gambar-gambar tersebut, dan pria 64 tahun itu langsung mengakui bahwa ia memiliki penyimpangan seksual.
Vahey mengaku pernah menjadi korban seksual saat masih anak-anak. Dan dia mengaku melakukan kekerasan seksual pada anak sepanjang hidupnya. Sekolah akhirnya memecat Vahey pada 12 Maret 2014.
Vahey pernah mengajar di Jakarta International School (JIS) pada 1992-2002.Selain Indonesia dan Nicaragua, pria yang pernah dipenjara karena kasus pedofilia di California AS pada 1969 itu juga sempat menjadi guru di sejumlah negara seperti Spanyol, Venezuela, Inggris, Arab Saudi, Yunani dan Lebanon serta Iran.
Meski Vahey telah tewas karena bunuh diri di sebuah motel di Luverne, 160 kilometer barat daya Minneapolis pada 21 Maret 2014, FBI tidak menghentikan investigasi atas kejahatannya. FBI merasa bertanggung jawab untuk mengungkap tuntas kasus-kasus kejahatan seks Vahey terutama selama ia mengajar di luar negeri sejak 1972.
medcom.id, Washington: Jumlah terduga korban kasus pedofilia dengan pelaku William Vahey diyakini telah meningkat tajam. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengaku ratusan orang telah menghubungi mereka sejak fakta terkait Vahey dimunculkan ke publik.
"FBI telah dihubungi ratusan orang dari seluruh dunia untuk mengetahui apakah mereka telah menjadi korban atau sekadar mencari informasi dari investigasi kami saat ini," ucap Agen Spesial Shauna Dunlap di Washington, AS, Selasa (13/5/2014).
Dunlap berharap siapapun yang merasa terkait kasus Vahey untuk menghubungi FBI dan mendapatkan konseling atau informasi lainnya. Vahey sendiri diketahui telah tewas bunuh diri di usia 64 usai bukti kuat kelakuan bejatnya terungkap dari sebuah memory drive.
Dalam pernyataan FBI sebelumnya, seperti dilansir
AP, dikatakan Vahey telah melecehkan sedikitnya 90 anak laki-laki. Ini berdasarkan bukti foto dari memory drive yang dicuri pembantu rumah tangga Vahey di Nikaragua. Namun jika dilihat dari banyaknya penelepon, Dunlap menduga jumlah korbannya lebih dari 100.
Meski rapat disimpan, kedok Willam James Vahey akhirnya terbongkar juga. Rahasia pelaku pedofilia yang malang melintang sebagai guru itu, terungkap oleh staf sekolah Amerika di Managua, Nicaragua.
Menurut Federal Beureu Investigation dalam laman resminya, Seorang pegawai di sekolah yang terletak di Pista Suburbana, Managua, Nikaragua itu mengetahui sebuah flashdisk milik Vahey berisi banyak gambar pornografi anak.
Menurut pegawai tersebut, dalam flashdisk, terdapat banyak gambar anak-anak yang diperkirakan berusia 12--14 tahun. Gambar-gambar itu dimuat dalam folder-folder yang diberi identitas tanggal dan lokasi, yang diyakini sebagai tempat tujuan jalan-jalan Vahey bersama murid-muridnya. Vahey mengajar di sekolah internasional Nicaragua sejak 12 Agustus 2013. Dia menjadi guru sejarah dan geografi untuk kelas sembilan.
Berdasarkan laporan FBI, pegawai tersebut sempat menanyakan Vahey soal gambar-gambar tersebut, dan pria 64 tahun itu langsung mengakui bahwa ia memiliki penyimpangan seksual.
Vahey mengaku pernah menjadi korban seksual saat masih anak-anak. Dan dia mengaku melakukan kekerasan seksual pada anak sepanjang hidupnya. Sekolah akhirnya memecat Vahey pada 12 Maret 2014.
Vahey pernah mengajar di Jakarta International School (JIS) pada 1992-2002.Selain Indonesia dan Nicaragua, pria yang pernah dipenjara karena kasus pedofilia di California AS pada 1969 itu juga sempat menjadi guru di sejumlah negara seperti Spanyol, Venezuela, Inggris, Arab Saudi, Yunani dan Lebanon serta Iran.
Meski Vahey telah tewas karena bunuh diri di sebuah motel di Luverne, 160 kilometer barat daya Minneapolis pada 21 Maret 2014, FBI tidak menghentikan investigasi atas kejahatannya. FBI merasa bertanggung jawab untuk mengungkap tuntas kasus-kasus kejahatan seks Vahey terutama selama ia mengajar di luar negeri sejak 1972.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)