Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handoyo Budhisejati. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handoyo Budhisejati. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Vox Point: Kondisi Indonesia Memprihatinkan

Nasional kerukunan beragama
Ilham Pratama Putra • 15 November 2019 21:02
Jakarta: Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handoyo Budhisejati menilai kondisi Indonesia meresahkan. Masyarakat rentan terpecah sejak Pilpres 2019.
 
"Para pendiri Vox Point merasakan keprihatinan dalam merasakan denyut nadi kebangsaan kita. Keterbelahan pola pikir, keberpihakan yang mengarah pada perpecahan," kata Handoyo dalam pembukaan kongres nasional Vox Point di Pusat Pastoral Keuskupan Agung Jakarta (Puspas KAJ) Klender, Jakarta Timur, Jumat, 15 November 2019
 
Fokus kongres ialah mencari cara memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Handoyo mengatakan kesejahteraan juga dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya, dampak perkembangan dunia secara global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harus berpikir keras dalam era disruption yang begitu cepat melanda dunia," kata dia.
 
Dari segi ekonomi, perubahan sudah terlihat nyata. Dapat dilihat dari tumbangnya ritel dalam negeri.
 
"Kita sudah kehilangan matahari di banyak tempat. Ramayana dan kalau dicermati Pasar Pagi Mangga Dua yang biasanya sesak menjadi lenggang," jelas dia.
 
Ritel Indonesia beralih kepada toko daring. Ini tak lepas dari perubahan sikap hidup generasi milenial.
 
"Sekarang di bidang transportasi, tidak lagi merasa susah cari taksi. Grab sudah berada di depan pintu rumah kita. Taksi Ibu Kota mendadak tidak bersaing dengan taksi berebeda merek. Melainkan hanya dengan sebuah aplikasi," kata Handoyo.
 
Dia menyebut persaingan dunia pendidikan akan semakin ekstrem. Dia memprediksi gedung-gedung perkuliahan akan hilang dalam 10 atau 20 mendatang.
 
"Karena yang akan datang hanya sebuah aplikasi. Dan tidak mungkin, e-learning akan menggantikan semuanya," ucap dia.
 
Handoyo mengatakan Indonesia akan mengalami banyak perubahan pola kehidupan. Termasuk pengaruh radikalisas. Masyarakat harus membentengi diri untuk menghadapi perubahan.
 
"Yang menjadi perhatian adalah makin maraknya tindakan intoleransi tentang terpaparnya beberapa kelompok masyarakat terhadap paham radikalisme," ujar dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif