Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Kemenkes: Belum Ada Vaksin Booster Berbayar yang Beredar

Ferdian Ananda • 24 November 2021 03:43
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan belum ada vaksin booster berbayar beredar di masyarakat. Hal ini menanggapi kabar karyawan perusahaan pariwisata mendapatkan vaksin booster berbayar Rp300 ribu.
 
"Belum ada (berbayar) ya sampai saat ini," tegas juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi kepada Media Indonesia, Selasa, 23 November 2021.
 
Nadia mengakui pemerintah membuka opsi memperluas cakupan vaksinasi dosis ketiga dengan menambah sasaran di luar tenaga kesehatan. Pihaknya menyiapkan skenario vaksin penguat dosis ketiga sebagai upaya mencegah penularan dan angka kematian pada kelompok rentan terpapar covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pihaknya masih fokus mencapai cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua. "Kita masih fokus untuk penyelesaian vaksiansi dosis 1 dan dosis 2," kata Nadia.
 
Nadia menyebut negara-negara maju yang sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga cenderung memiliki ketersediaan vaksin. Sementara itu, negara dengan pendapatan rendah dan menengah masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dosis vaksin bagi penduduknya.
 
"Jadi, ini yang kemudian mengapa pemerintah walaupun kami sudah membuat skenario, tapi itu akan kami lakukan kalau sasaran vaksinasi kita dosis pertama ini dan lansia sudah mencapai 60 persen sampai 70 persen," tutur dia.
 
Kementerian Kesehatan mencatat cakupan vaksinasi dosis pertama bagi lansia baru mencapai 44 persen atau 9,5 juta orang. Padahal kelompok lansia merupakan masyarakat rentan jatuh sakit hingga menyebabkan kematian apabila terinfeksi covid-19.
 
Rencana vaksin dosis ketiga dimulai Januari atau Februari 2022. Setelah prioritas untuk tenaga kesehatan dan lansia, selanjutnya vaksin dosis ketiga akan diberikan kepada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan masyarakat umum.
 
Kementerian Kesehatan masih menunggu kajian lebih lanjut dari ahli mengenai vaksinasi dosis ketiga terkait pelaksanaannya. "Karena belum ada kajiannya, kapan kami memberikan vaksinasi, apakah setelah enam bulan penyuntikan, ataukah tiga bulan ini yang kita tunggu dari para ahli untuk melaksanakan vaksinasi booster dosis ketiga ini," papar Nadia.
 
Perkembangan program vaksinasi nasional yang menerima dosis kedua saat ini mencapai 40 persen populasi. Juru bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito menekankan capaian ini telah melampaui target yang ditentukan Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO).
 
"Pemerintah mengapresiasi peran serta masyarakat dalam program vaksinasi dan berkomitmen untuk terus memperluas cakupan vaksinasi dosis kedua sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari penularan covid-19," jelas Wiku.
 
Dia mengingatkan bagi masyarakat yang belum menerima vaksin dosis kedua segera mengaksesnya. Sementara itu, bagi mereka yang sudah menerima dosis kedua selalu mematuhi protokol kesehatan dalam segala aktivitas.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif