medcom.id, Jakarta: Pengelola Gemaislam.com menolak disebut sebagai penyebar gerakan ekstrem dalam beragama lewat dunia maya. Padahal, selama ini Gema Islam berusaha moderat.
"(Kami) Dituduh radikal dan teroris. Ini miris dan menyakitkan hati," kata pembina Gemaislam.com, Yusuf Utsman Baisa, Rabu (1/4/2015).
Menurut Yusuf, pemblokiran bukan momok menyeramkan. Tinggal ganti nama, semua beres. Tapi, tambah dia, Gema Islam tak mau melakukan itu karena apa yang dituduhkan kepada mereka tidak benar.
Yusuf menambahkan, siapa pun tahu yang paling meradang dengan ulasan Gema Islam adalah orang Syiah, sekuler, dan komunis. Mereka tak pernah berhenti menjauhkan Presiden Joko Widodo dari hati umat Islam.
Gaya kepemimpinan Jokowi saat ini serupa dengan gaya “Raja Jawa”. Dia meletakkan kerisnya di balik punggung dan membiarkan para menterinya bekerja sendiri serta bertanggung jawab atas keputusan masing-masing.
"Kalau terus dibiarkan, negeri ini akan jadi serupa negeri komunis, yang selalu memaksakan kehendak dan sangat siap membredel apa pun yang dianggap membahayakan idiologi dan misi mereka," tegas Yusuf.
Gemaislam.com menjadi satu di antara 22 situs yang diblokir per 31 Maret. Tapi, sampai berita ini disusun, ternyata situs ini masih aktif. Demikian pula 20 situs lainnya.
Hanya satu situs yang tak bisa diakses: Muqawomah.com. Itu pun tak jelas, apa situs itu tidak bisa diakses karena tangan pemerintah atau sebab lain.
Berikut 22 situs yang disebut pemerintah "berbahaya": Arrahmah.com, Voa-islam.com, Ghur4ba.blogspot.com, Panjimas.com, Thoriquna.com, Dakwatuna.com, Kafilahmujahid.com, dan An-najah.net.
Lainnya, Muslimdaily.net, Hidayatullah.com, Salam-online.com, Aqlislamiccenter.com, Kiblat.net, Lasdipo.com, Gemaislam.com, Eramuslim.com, dan Daulahislam.com.
medcom.id, Jakarta: Pengelola
Gemaislam.com menolak disebut sebagai penyebar gerakan ekstrem dalam beragama lewat dunia maya. Padahal, selama ini Gema Islam berusaha moderat.
"(Kami) Dituduh radikal dan teroris. Ini miris dan menyakitkan hati," kata pembina Gemaislam.com, Yusuf Utsman Baisa, Rabu (1/4/2015).
Menurut Yusuf, pemblokiran bukan momok menyeramkan. Tinggal ganti nama, semua beres. Tapi, tambah dia, Gema Islam tak mau melakukan itu karena apa yang dituduhkan kepada mereka tidak benar.
Yusuf menambahkan, siapa pun tahu yang paling meradang dengan ulasan Gema Islam adalah orang Syiah, sekuler, dan komunis. Mereka tak pernah berhenti menjauhkan Presiden Joko Widodo dari hati umat Islam.
Gaya kepemimpinan Jokowi saat ini serupa dengan gaya “Raja Jawa”. Dia meletakkan kerisnya di balik punggung dan membiarkan para menterinya bekerja sendiri serta bertanggung jawab atas keputusan masing-masing.
"Kalau terus dibiarkan, negeri ini akan jadi serupa negeri komunis, yang selalu memaksakan kehendak dan sangat siap membredel apa pun yang dianggap membahayakan idiologi dan misi mereka," tegas Yusuf.
Gemaislam.com menjadi satu di antara 22 situs yang diblokir per 31 Maret. Tapi, sampai berita ini disusun, ternyata situs ini masih aktif. Demikian pula 20 situs lainnya.
Hanya satu situs yang tak bisa diakses:
Muqawomah.com. Itu pun tak jelas, apa situs itu tidak bisa diakses karena tangan pemerintah atau sebab lain.
Berikut 22 situs yang disebut pemerintah "berbahaya":
Arrahmah.com, Voa-islam.com, Ghur4ba.blogspot.com, Panjimas.com, Thoriquna.com, Dakwatuna.com, Kafilahmujahid.com, dan
An-najah.net.
Lainnya,
Muslimdaily.net, Hidayatullah.com, Salam-online.com, Aqlislamiccenter.com, Kiblat.net, Lasdipo.com, Gemaislam.com, Eramuslim.com, dan
Daulahislam.com. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)