Menteri Imigrasi Australia Scott Morrisson berbicara di hadapan awak media terkait nasib 42 pencari suaka asal Sri Lanka di pelabuhan Colombo, Sri Lanka -- LAKRUWAN WANNIARACHCHI / AFP
Menteri Imigrasi Australia Scott Morrisson berbicara di hadapan awak media terkait nasib 42 pencari suaka asal Sri Lanka di pelabuhan Colombo, Sri Lanka -- LAKRUWAN WANNIARACHCHI / AFP

Australia Bantah Berlaku Kasar pada Imigran Sri Lanka

Willy Haryono • 09 Juli 2014 20:06
medcom.id, Colombo: Australia membantah tudingan adanya perlakuan buruk terhadap para pencari suaka asal Sri Lanka yang dipulangkan ke negara asalnya sebelum sempat mencapai Negeri Kangguru. Sebelumnya, 41 imigran Sri Lanka mengaku diperlakukan kurang baik oleh petugas Australia saat terapung di laut.
 
"Saya rasa tudingan itu sangat mengganggu dan saya dengan tegas membantahnya," ucap Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison di Colombo, Rabu (9/7/2014).
 
"Segala upaya, yang mereka pikir bisa dilakukan untuk mencapai Australia, saya rasa tidak akan terjadi. Pesan sudah jelas tersampaika: usaha (mencari suaka di Australia) tidak akan berhasil," tambah dia seperti dilansir Reuters.

N.A. Nilantha, salah satu pencari suaka, mengaku beberapa petugas bertindak di luar batas kemanusiaan sebelum terjadinya proses transfer ke otoritas Sri Lanka.
 
"Mereka meminta kami berlutut. Mereka menyeret kami, memegangi leher kami," tutur dia beberapa saat setelah dibebaskan di pelabuhan Galle.
 
"Petugas memberikan daging pada anjing, sementara kami hanya diberi sepotong roti. Saat kami mengeluhkan sakit, mereka menyebut kami hanya berpura-pura. Mereka tidak bersedia merawat dan menjaga kami."
 
Sejumlah grup hak asasi manusia dan negara-negara barat mengkhawatirkan adanya pelanggaran HAM di Sri Lanka dalam fase terakhir perang dengan separatis Tamil yang berakhir di tahun 2009. Pemerintah Sri Lanka mengatakan banyak warga yang pergi ke luar negeri untuk memperbaiki perekonomian, namun grup HAM mengatakan banyak juga yang pergi untuk menghindari penyiksaan, perkosaan dan kekerasan lainnya.
 
Pekan lalu, PBB mengekspresikan kekhawatirannya terhadap kebijakan Australia terkait pencari suaka setelah munculnya berita bahwa otoritas Australia telah menghadang dua kapal bermuatan 200 pencari suaka asal Sri Lanka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>