BNN Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Sabu Asal Malaysia
Dok. BNN
Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan sabu asal Malaysia. Tiga penyelundup ditangkap.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan, tiga pelaku yang ditangkap atas nama Budi, Yusup, dan Gunawan. Ketiganya ditangkap hari ini, di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat sekitar pukul 11.00 WIB. 

Arman menyatakan, penangkapan bermula dari hasil analisa intelijen berdasarakan laporan masyarakat. BNN mendapati informasi kuat adanya penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu kristal dari Malaysia melalui 'jalur tikus' di Entikong.


"Selanjutnya petugas BNN Pusat gabungan dengan BNN Provinsi Kalbar dan Petugas Bea Cukai Kalbar melakukan penyelidikan di wilayah Entikong," kata Arman dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Minggu 19 Agustus 2018.

Pergerakan Gunawan, Budi, Yusup terendus hingga akhirnya ketiganya ditangkap saat mengendarai sepeda motor di Jalan Trans Kalimantan. Saat ditangkap, Gunawan berboncengan dengan Yusup, sementara Budi ada di motor lainnya. 

Gunawan sempat melarikan diri dalam proses pengembangan. Namun petugas melakukan pengejaran dan menangkap lagi Gunawan di sebuah rumah kawasan Sungai Beliung, Pontianak Barat.

"Dan saat dilakukan pengeledahan, ditemukan 10 kilogram sabu," kata Arman.

Selain barang bukti 10 kilogram sabu, BNN juga menyita tiga telepon genggam milik pelaku. Dua sepeda motor milik pelaku juga turut disita. 

"Selanjutnya akan dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya," ujarnya. 

Ini bukan upaya menggagalkan penyelundupan satu-satunya. Sepanjang Agustus 2018, kata Arman, BNN telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyelundupan narkoba.

"Antara lain di Medan, Riau, Aceh, Palembang, dan terakhir di Kalbar yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan remaja," ujar Jenderal bintang dua itu. 

Alasan klasik para pelaku, lanjut Arman, lantaran faktor ekonomi. Sulitnya mencari pekerjaan dengan upah layak menjadi faktor pemicu lainnya. 

"Dengan maraknya kejadian serupa memerlukan perhatian dan upaya yang lebih keras oleh semua instansi dan pejabat negara untuk berupaya membangun jiwa dan membangun badan, bekerja keras tidak unttuk pencitraan agar generasi Indonesia bebas dan bersih dari narkoba," pungkasnya



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id