Suasana peluncuran Said Aqil Siradj Institute di Hotel Aryaduta, Rabu, 1 Agustus 2018. Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan
Suasana peluncuran Said Aqil Siradj Institute di Hotel Aryaduta, Rabu, 1 Agustus 2018. Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan

Said Aqil Siradj Institute Diluncurkan

Nasional ormas islam
Muhammad Al Hasan • 01 Agustus 2018 21:23
Jakarta: Said Aqil Siradj (SAS) Institut resmi diluncurkan. Sebuah wadah yang diinisiasi oleh ketua PBNU ini merupakan lembaga nirlaba dan civil society yang dikembangkan sebagai wadah pengembangan Islam Nusantara.
 
"Selamat Kiai, semoga SAS Institute ini menambah kekuatan perjuangan Islam Nusantara," kata Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam sambutannya di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Agustus 2018.
 
Selain Cak Imin, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga diberi keistimewaan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Hasto mengatakan, kelahiran SAS Institute akan memperkuat Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akan memperkuat ke-Indonesiaan kita, Islam Nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia raya. Selamat, kami mendukung sepenuhnya, SAS Institute jadi rumah bersama kita untuk Indonesia Raya," kata Hasto
 
Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara peresmian tersebut. Di antaranya, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Cak Imin, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo, Sekjen partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
 
SAS Institute diharapkan menjadi wadah pengembangan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, berkembangnya budaya dialog, keadilan dan pemberdayaan masyarakat dalam bingkai Islam Nusantara. SAS Institute lahir dari inisiatif anak muda yang beragam latar belakang, lintas agama, kelompok, suku dan ras bahkan lintas partai politik.
 
Disatukan atas keprihatinan yang sama akibat melihat politisasi agama dan konflik horisontal yang kerap terjadi akibat SARA yang dikhawatirkan dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

 
(DMR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif