Keumang Meuceuhu Antarkan Wisuda Ratusan Siswa Sukma Bangsa
Prosesi Wisuda Ratusan Siswa Sukma Bangsa - Medcom.id/
Pidie: Sebanyak 169 siswa SD, SMP, dan SMA Sekolah Sukma Bangsa (SSB) akan melaksanakan prosesi Wisuda Angkatan X. Chairman Media Group sekaligus pendiri Yayasan Sukma Bangsa, Surya Paloh secara langsung yang akan melakukan prosesi wisuda tahun angkatan 2017/2018.

Wisuda SSB tahun ini mengangkat tema Keumang Meuceuhu. Dalam bahasa Aceh, kedua kata itu memiliki makna tumbuh berkembang menjadi gemilang.

"Harapannya terutama mereka yang sudah 12 tahun di sini seperti keumang meuceuhu di mana 12 tahun yang lalu itu mereka meraba masa depan pun istilahnya masih sebuah kemewahan. Jadi harapannya dengan adanya proses di sini mereka terus tumbuh dan gemilang bersama dengan harapan dan mimpi yang akan mereka wujudkan ke depan setelah tamat dari sekolah ini," kata Direktur SSB Pidie Marthunis Bukhari di Gampoeng Pineueng, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh.


Sebenarnya, ada sebanyak 474 siswa SSB Pidie, Bireun, dan Lhokseumawe yang menamatkan pendidikan SD, SMP, serta SMA. Namun, prosesi wisuda hanya dilakukan kepada 169 siswa lantaran keterbatasan tempat. 

Maka itu, dari SSB Bireun dan Lhokseumawe hanya mengirim perwakilan masing-masing 15 wisudawan untuk mengikuti prosesi wisuda yang dilakukan oleh Surya Paloh.

"Dari jumlah itu, ada 23 anak korban tsunami dan konflik Aceh yang ikut diwisuda nanti. Waktu SD mereka terpisah di tiga lokasi (Pidie, Bireun, dan Lhokseumawe) dan pada 2012 sewaktu mereka SMP itu dipindah semua ke Pidie," ungkap Marthunis.

Pada 14 Juli 2006, Presiden RI waktu itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan SSB. Peresmian itu menandakan dimulainya kegiatan belajar mengajar di tiga lokasi SSB.

Waktu itu, sebanyak 358 siswa yang mengampu pendidikan di ketiga sekolah tersebut menjadi angkatan pertama di setiap jenjang satuan pendidikan, baik di SD, SMP, maupun SMA. Seluruh siswa di angkatan pertama itu mendapat beasiswa pendidikan dari Yayasan Sukma.

Selain menampung anak-anak korban konflik dan tsunami, SSB juga menerima murid umum. Mereka diwajibkan untuk membayar Biaya Partisipasi Pendidikan (BPP). Jumlah BPP di masing-masing tingkat satuan pendidikan berbeda.

Pada pertengahan 2016, Yayasan Sukma juga menerima 22 siswa korban konflik asal Mindanao, Filipina. Ke-22 anak itu berasal dari provinsi Cotabato, Zamboanga, Basilan, Sulu, dan Tawi-tawi. Mereka mendapatkan beasiswa pendidikan secara penuh selama empat tahun, dari tingkat SMP hingga SMA.

Pemberian bantuan pendidikan untuk mereka merupakan salah satu bagian dari proses negosiasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang dilakukan Yayasan Sukma dengan kelompok Abu Sayyaf pada Mei 2016 silam.

Kedatangan Surya Paloh akan disambut tari tradisional Aceh. SSB Pidie menampilkan tari Rapai Galeng, SSB Bireun menampilkan tari Saman Gayo, dan SSB Lhokseumawe bakal mempersembahkan tari Kipas.

Selain di panggung utama, ada juga persembahan tari yang ditampilkan saat para tamu menyantap makan siang. Di antaranya tari Serune Kalee (Ranup Lampuan), Poh Kipah, Bungong Jeumpa, Layang-layang hingga tari kreasi.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id