Siswa mencoret baju dengan tulisan
Siswa mencoret baju dengan tulisan "Good Bye Putih Abu-Abu" saat pengumuman kelulusan. Foto: Antara/M Rusman

Perilaku Menentukan Kelulusan Siswa

Nur Azizah • 09 Mei 2016 17:12
medcom.id, Jakarta: Nilai Ujian Nasional (UN) tidak menjadi syarat mutlak kelulusan siswa. Ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan untuk meluluskan siswa, salah satunya perilaku.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, sekolah memiliki wewenang untuk menilai baik buruknya perilaku anak. Ia menuturkan, sekolah bisa saja tidak meluluskan anak yang memiliki perilaku buruk meski memiliki nilai UN tinggi.
 
"UN tidak menentukan kelulusan. Yang menentukan adalah sekolah. Mendikbud kan tidak tahu perilaku sehari-hari siswa, mana bisa melulusan anak," kata Anies di Gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).
 
Perilaku Menentukan Kelulusan Siswa
Pelajar mengikuti UN berbasis komputer. Foto: MTVN/LB Ciputri.
 

Pria kelahiran Jawa Barat itu menyampaikan, bila ada orang tua yang tidak setuju dengan hasil kelulusan bisa melapor pada pihak sekolah. Kendati demikian, orang tua harus melihat sikap keseharian anak di sekolah yang menjadi instrumen penting untuk menentukan kelulusan.
 
Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada siswa yang mem-bully. Hal itu sudah dibuktikan dengan menunda kelulusan enam siswa SMA 3 Jakarta.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Dinas Pendidikan DKI terpaksa tidak meluluskan enam siswa SMA karena melakukan kekerasan verbal dan fisik kepada siswa lain.
 
Perilaku Menentukan Kelulusan Siswa
Siswa menangis histeris ketika dirinya diketahui tidak lulus. Foto:Antara/Rusman

Beberapa waktu lalu, beredar video diduga siswa SMA Negeri 3 Jakarta mem-bully adik kelas. Video menunjukkan seorang kakak kelas membuang abu rokok di kepala adik kelas.
 
Ahok mengatakan, kasus tersebut jadi bahan evaluasi pendidikan di Jakarta. Untuk pelaksanaan Ujian Nasional SMA sederajat tahun ini, Ahok menilai, berjalan cukup baik dengan tingkat kelulusan tinggi.
 
"(Tingkat) Kelulusan sebenarnya 99,96 persen. Tapi itu bukan karena pelajaran, tetapi karena karakternya," ujar Ahok.
Hari ini, siswa SMP dan sederajat melaksanakan Ujian Nasional hingga Kamis 12 Mei. Saat melihat pelaksanaan UN di SMP Negeri 41 Jakarta dan MTs Negeri 3 Jakarta, Ahok mengingatkan, para siswa agar menjunjung moral.
 
"Ujian ini hanya sekejap saja, tapi begitu Anda lulus sekolah, setelah kuliah, dan bekerja, ujian itu datang setiap hari. Yang dibutuhkan hari ini adalah proses karakter Anda teruji," kata Ahok.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>