Capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Foto: MI/Ramdani.
Capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Foto: MI/Ramdani.

Restu Jokowi Penentu Pemilihan Ketum Golkar

Nasional partai golkar
Arga sumantri • 07 Juli 2019 14:43
Jakarta: Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menilai hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak menjadi satu-satunya acuan dalam bursa pemilihan ketua umun (ketum) Partai Golkar pada musyawarah nasional (munas) Desember mendatang. Faktor restu Presiden Joko Widodo dianggap juga jadi penentu.
 
"Menurut saya variabelnya (yang menentukan) adalah restu Jokowi dan tentunya chemistry dengan calon ketua umum Golkar yang ada," kata Burhanuddin dalam diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 7 Juli 2019.
 
Menurut dia, Jokowi ingin hubungannya berlangsung secara simbiosis mutualisme dengan Golkar. Jokowi butuh Golkar untuk mewujudkan cita-cita menghadirkan pemerintahan yang mendarat mulus di periode kedua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Burhanuddin yakin Jokowi menghendaki ketua umum Golkar yang bisa diajak berkolaborasi. "Satu untuk tetap menyamankan posisi Golkar, kedua untuk menyukseskan pemerintahan periode kedua," ujar dia.
 
Burhanuddin mengatakan Jokowi praktis tidak memiliki partai yang kontrolnya tidak bisa dipegang secara langsung, termasuk PDI Perjuangan. Ia menilai Jokowi terbantu Golkar saat proses rekonsolidasi politik di awal periode pertama pemerintahan.
 
"Sejak Golkar merapat ke Jokowi, peta berubah. Rekonsolidasi politik Jokowi periode pertama suka atau tidak suka berkat dukungan Golkar," ungkap dia.
 
Di sisi lain, kata dia, Golkar adalah partai yang sejarahnya tidak bisa jauh dari kekuasaan. Partai berlambang pohon beringin itu pernah coba dibawa menjauh dari kekuasaan ketika dipimpin Aburizal Bakrie, tetapi elektabilitasnya langsung merosot.
 
Menurut Burhanuddin, kondisi itu terjadi lantaran basis massa dan elite Golkar tidak siap untuk jauh dari kekuasaan. Situasi relatif berubah ketika Setya Novanto terpilih sebagai ketum dan kembali membawa Golkar ke lingkaran kekuasaan.
 
Baca: Percepatan Munas Golkar Dianggap Menguntungkan Semua Pihak
 
"Ketika Setnov (Setya Novanto) terpilih dan menyatakan dukung pemerintah, basis massa balik lagi. Meskipun turun lagi karena kasus (korupsi) e-KTP (KTP-elektronik)," ungkap dia.
 
Internal Partai Golkar menghangat jelang munas Desember mendatang. Salah satu agendanya, yakni memilih ketum Golkar periode mendatang.
 
Ketua Umum Golkar saat ini Airlangga Hartarto sudah memastikan diri kembali maju sebagai calon ketua umum Golkar. Nama lain yang hapir pasti maju yakni Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar sekaligus Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif