Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Wahyu Putro.
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Wahyu Putro.

Presiden Minta Tenaga Guru Terampil Diperbanyak

Rudy Polycarpus • 12 Februari 2019 17:27
Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta tenaga guru terampil diperbanyak. Pemerintah ingin membangun sumber daya manusia secara besar-besaran pada 2019.
 
Tidak hanya meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dan pelatihan vokasi, seluruh kementerian dan lembaga juga diwajibkan melaksanakan program pengembangan SDM.
 
"Kita masuk bergeser pada pembangunan SDM. Vocational training, vocational school, balai latihan kerja pondok pesantren, semua harus kita kerjakan. Guru-guru harus di-upgrade, terutama yang berkaitan dengan kemampuan skill. Guru yang terampil harus lebih banyak dari guru normatif," kata Jokowi saat menghadiri Rembuk Nasional Pendidikan di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Depok, Jawa Barat, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Ia menjelaskan bahwa guru normatif adalah yang mengajar mata pelajaran seperti agama, Pancasila dan Bahasa Indonesia. Kepala Negara mengungkapkan saat ini guru normatif di sekolah vokasi masih mendominasi sekitar 65% ketimbang guru terampil.
 
Baca: Atur Ulang Presisi dan Kalibrasi Kualitas Guru
 
Jokowi berharap dengan lebih banyaknya guru terampil, para siswa mendapatkan mata pelajaran yang bisa diterapkan langsung untuk dunia kerja.
 
Untuk itu, Jokowi meminta para kepala dinas pendidikan memperbaiki kondisi ini sehingga lulusan SMK siap menghadapi dunia kerja.
 
Presiden juga meminta tidak ada tumpang tindih tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah. "Harus jelas apa yang menjadi tanggung jawab saudara, apa yang menjadi tanggung jawab menteri, tanggung jawah provinsi, tanggung jawab kabupaten/ kota," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan