Ada Upaya Mencegah Keluarga Korban Menggugat Boeing

Dheri Agriesta 29 November 2018 19:44 WIB
Lion Air Jatuh
Ada Upaya Mencegah Keluarga Korban Menggugat Boeing
Hotman Paris Hutapea bersama perwakilan firma hukum asal Chicago Amerika Serikat Ribbeck Law Chartered Manuel von Ribbeck dan Dean Bothe di Kopi Johny, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta
Jakarta: Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama firma hukum asal Chicago, Amerika Serikat, mengajak keluarga korban Lion Air PK-LQP menggugat The Boeing Company. Namun, Hotman mendapat kabar pihak keluarga menerima surat larangan menggugat dari Lion Air.

Surat edaran itu menyebutkan pihak keluarga korban dilarang mengajukan gugatan setelah menerima santunan sebesar Rp1,3 miliar. Santunan itu sesuai dengan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. 

"Yang jadi masalah, ada dugaan oknum perusahan penerbangan sudah mengedarkan surat yang isinya kalau Anda menerima kompensasi sesuai aturan Kemenhub yang jumlahnya Rp1,25 miliar, maka you tidak boleh gugat lagi di mana pun," kata Hotman di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Kamis, 29 November 2018. 


Padahal, kata Hotman, gugatan dan santunan tak ada hubungannya. Toh, santunan merupakan hak korban yang harus diberikan maskapai. 

Ia meminta Kementerian Perhubungan menjelaskan secara rinci perihal kompensasi itu kepada Lion Air. Karena, kompensasi wajib dibayarkan untuk kecelakaan apa pun.

"Misalnya kalau pesawat jatuh karena halilintar, tetap itu bayar. Tapi kalau ada dugaan kelalaian, maka keluarga bebas menggugat di luar itu," tambah Hotman. 

Baca: Hotman Yakin Keluarga Korban Menang Gugatan Atas Boeing

Hotman dan firma hukum asal Chicago meminta keluarga korban tak tergiur dengan jumlah santunan yang diberikan Lion Air. Ia meminta keluarga fokus menggugat The Boeing Company di Amerika Serikat. 

"Karena kalau benar terbukti ada tidak layak, maka kompensasinya jauh lebih besar. Karena kewajiban Lion itu setiap waktu ada bisa diambil," kata Hotman.

Ramli Abdullah mertua dari salah satu korban kecelakaan Lion Air PK-LQP membenarkan surat edaran itu. Ramli meminta anaknya tak meneken surat apa pun yang diterima dari maskapai. 

"Ya itu surat edaran sudah sampai di anak saya. Tapi saya sudah bicara ke anak saya jangan teken apa pun dan jangan terima," kata mertua anggota DPRD Bangka Belitung Dolar itu. 





(AZF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id