Denny JA Usul 3 Oktober jadi Hari Media Sosial

Achmad Zulfikar Fazli 09 Oktober 2018 21:37 WIB
media sosialhoax
Denny JA Usul 3 Oktober jadi Hari Media Sosial
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Tokoh media sosial Denny JA mengusulkan 3 Oktober menjadi hari media sosial (medsos). Alasannya, penggunaan medsos sudah tak sehat.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA sudah menyurvei penggunaan medsos di Indonesia pada Agustus 2018. Hasilnya, 75 persen pengguna merasa pertukaran gagasan dan hubungan antarmasyarakat di medsos tak lagi sehat.

"Media sosial kita terlalu banyak kebohongan, kebencian, fitnah, dan hoaks. Perlu ada big bang, aksi yang tegas untuk membersihkan media sosial kita. Itu hasil survei LSI Denny JA di bulan Agustus 2018," kata Denny JA dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 9 Oktober 2018.


Meledaknya kasus kebohongan Ratna Sarumpaet, terutama di medsos juga menjadi pertimbangan. Pada 3 Oktober, bukan hanya akan mengingat dan melawan sisi negatif, tapi juga merayakan sisi positif medsos.

Menurut dia, setiap isu penting perlu selebrasi untuk selalu direnungkan, dirayakan, dan dievaluasi. Misalnya, hari buruh, hari hak asasi, serta hari emansipasi wanita.

"Media sosial juga memerlukan hari peringatan. Saya mengusulkan tanggal 3 Oktober dijadikan hari media sosial di Indonesia," ucap dia.

Menurutnya, 3 Oktober menjadi tanggal yang tepat karena pada hari tersebut Ratna mengakui pencipta hoaks terbaik. Kendati demikian, Denny JA mengapresiasi sikap Ratna yang mengakui kesalahannya.

Semua pihak juga harus menyadari soal kebohongan publik yang pernah diciptakan. Pendiri LSI Denny JA itu juga menulis usul ini ke dalam esainya yang beredar luas di media sosial, yakni 'Kebohongan, Efek Elektoral, dan Sisi Hukum Kasus Ratna Sarumpaet'.

"Setiap tanggal 3 Oktober kita memiliki momen bersama untuk mengevaluasi, merenungkan, seberapa kita sudah melakukan bersama upaya yang cukup agar media sosial menjadi tempat kita menimba ilmu dan bersahabat. Seberapa pula kita serius memerangi kebohongan dan kejahatan di media sosial," pungkas dia.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id