Masjid Agung At-Tin -- beautifulmosque.com
Masjid Agung At-Tin -- beautifulmosque.com

Masjid Agung At-Tin Dipersiapkan Tampung Massa Aksi 212

Ilham wibowo • 01 Desember 2016 15:45
medcom.id, Jakarta: Masjid Agung At-Tin di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, dipersiapkan menjadi tempat penampungan massa aksi 2 Desember dari luar DKI Jakarta. Pengurus masjid menyediakan makan gratis bagi 3.000 jemaah.
 
"Mulai hari ini sampai besok pergi ke Monas, kami akan tampung di Masjid At-Tin," kata Koordinator Masjid At-Tin Camelia Malik kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
 
Menurut Camelia, Masjid At-Tin sebenarnya mampu menampung 10 ribu jemaah. Namun, pembatasan dilakukan karena makan gratis hanya ada untuk 3 ribu orang.

"Kita memberikan makan siang, malam, dan makan pagi secara gratis. Kita menyanggupi untuk 3 ribu orang, yang datang sudah lumayan banyak. Tapi, fasilitas ini diprioritaskan bagi jemaah dari luar daerah (DKI)," ujar Camelia.
 
Sejumlah jemaah, lanjut Camelia, sudah memastikan akan menginap di Masjid At-Tin. Namun, sebagian dari mereka saat ini masih perjalanan menuju Jakarta.
 
"Kemungkinan sampainya sore atau malam hari. Jemaah datang dari seluruh Indonesia, ada dari Padang, dari Aceh," paparnya.
 
(Baca: Ribuan Warga Yogya Mulai Berangkat ke Jakarta)
 
Camelia menambahkan, aksi solidaritas yang dilakukan pengurus Masjid At-Tin ini adalah panggilan untuk mendukung aksi damai bela Islam jilid III. Ia dan pengurus lain ingin Indonesia tetap berdaulat dan bermartabat.
 
"Hukumnya tegak. Bukan melihat menang atau kalah, tapi benar atau salah," pungkasnya.
 
Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, jadi lokasi yang dipilih untuk menggelar aksi 2 Desember. Lokasi disepakati usai pertemuan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).
 
(Baca: Menkopolhukam: Polisi Akan Tindak Tegas yang Aksi di Luar Monas)
 
Aksi 2 Desember yang disebut 'superdamai' itu tidak bakal diisi orasi. Aksi justru lebih banyak kegiatan keagamaan, seperti mendengar ceramah ulama, zikir, doa, dan diakhiri dengan salat Jumat bersama.
 
Aksi akan digelar mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB. Aksi disebut tak bakal berisi orasi seperti unjuk rasa pada umumnya. Aksi justru bakal diisi tausyiah ulama, zikir, serta doa dan salat Jumat bersama.
 
Selain GNPF, salah satu elemen masyarakat yang bakal turun ke jalan pada hari yang sama adalah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Massa buruh mengaku punya misi yang sama dengan GNPF, namun tidak ikut bergabung di Monas.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NIN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>