medcom.id, Jakarta: Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono enggan berspekulasi terkait penyebab jatuhnya helikopter milik Basarnas. Helikopter nahas itu jatuh di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah.
"Jangan menduga-duga lah, nanti masyarakat berspekulasi. Sabar lah tunggu hasil investigasi," kata Soerjanto kepada Metrotvnews.com di kantor Litbang Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa 4 Juli 2017.
Soerjanto juga tak sepakat bila insiden itu disebut akibat kesalahan pilot atau human error. Heli jatuh karena beberapa faktor antara lain kondisi alam, ketidakdisiplinan awak heli, atau kondisi heli yang rusak.
"Kita enggak pernah nyebut human error tapi nyebutnya human factor. Kalau kita nyebut human error, human error yang mana? Yang buat helinya kan human juga, yang nerbangin human juga," ujar dia.
Soerjanto menegaskan, hal terpenting saat ini ialah menjadikan kecelakaan tersebut sebagai pembelajaran semua pihak. Ia berharap kerjadian serupa tak lagi terulang.
"Jadi kita konsentrasi menentukan penyebabnya," ucap dia.
Helikopter milik Basarnas jatuh di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah. Delapan penumpang tewas dalam peristiwa itu.
Berikut data korban berdasarkan identifikasi Tim DVI Polda Jawa Tengah:
1. Catur Bambang Sulistyo, warga Desa Girimarto, RT 2 RW 1, Wonogiri.
2. Budi Resti, warga Jalan Bringin Lestari Blok A, Ngaliyan, Semarang.
3. Solih (Kapten Laut), warga Jalan Nyimas Pangkalan, Pleret, Cirebon, Jawa Barat.
4. Maulana Affandy, warga Kampung Sapen, Desa Boja, Kendal.
5. Hari M (Serka Mpu), warga Jalan Bringin Kulon, Sidoarjo, Jawa Timur.
6. Budi Santoso, warga Candi, Sidoarjo, Jawa Timur.
7. Nyoto P, warga Desa Promasan, Argo Mulyo, Wonogiri.
8. Haryanto (Kapten Laut), warga Pulorejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan.
medcom.id, Jakarta: Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono enggan berspekulasi terkait penyebab jatuhnya helikopter milik Basarnas. Helikopter nahas itu jatuh di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah.
"Jangan menduga-duga lah, nanti masyarakat berspekulasi. Sabar lah tunggu hasil investigasi," kata Soerjanto kepada Metrotvnews.com di kantor Litbang Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa 4 Juli 2017.
Soerjanto juga tak sepakat bila insiden itu disebut akibat kesalahan pilot atau
human error. Heli jatuh karena beberapa faktor antara lain kondisi alam, ketidakdisiplinan awak heli, atau kondisi heli yang rusak.
"Kita enggak pernah nyebut
human error tapi nyebutnya
human factor. Kalau kita nyebut
human error,
human error yang mana? Yang buat helinya kan
human juga, yang nerbangin
human juga," ujar dia.
Soerjanto menegaskan, hal terpenting saat ini ialah menjadikan kecelakaan tersebut sebagai pembelajaran semua pihak. Ia berharap kerjadian serupa tak lagi terulang.
"Jadi kita konsentrasi menentukan penyebabnya," ucap dia.
Helikopter milik Basarnas jatuh di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah. Delapan penumpang tewas dalam peristiwa itu.
Berikut data korban berdasarkan identifikasi Tim DVI Polda Jawa Tengah:
1. Catur Bambang Sulistyo, warga Desa Girimarto, RT 2 RW 1, Wonogiri.
2. Budi Resti, warga Jalan Bringin Lestari Blok A, Ngaliyan, Semarang.
3. Solih (Kapten Laut), warga Jalan Nyimas Pangkalan, Pleret, Cirebon, Jawa Barat.
4. Maulana Affandy, warga Kampung Sapen, Desa Boja, Kendal.
5. Hari M (Serka Mpu), warga Jalan Bringin Kulon, Sidoarjo, Jawa Timur.
6. Budi Santoso, warga Candi, Sidoarjo, Jawa Timur.
7. Nyoto P, warga Desa Promasan, Argo Mulyo, Wonogiri.
8. Haryanto (Kapten Laut), warga Pulorejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)