Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj. Foto: Antara/Risyal Hidayat
Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj. Foto: Antara/Risyal Hidayat

Ma'ruf Minta NU Tak Ketinggalan Zaman

Nasional pbnu
Ilham Pratama Putra • 21 November 2019 23:05
Jakarta: Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ma'ruf Amin, memberikan wejangan untuk warga nahdliyin. Dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad, Ma'ruf minta semua komponen NU bergerak cepat menghadapi perubahan zaman.
 
"Perubahan itu harus dilakukan secara cepat. Tidak boleh pelan-pelan karena sudah ketinggalan. Paradigma alon-alon asal kelakon harus ditinggalkan," kata Ma'ruf di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Kamis 21 November 2019.
 
Dia mengatakan, saat ini Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Ma'ruf berharap NU sebagai ormas berbasis agama, dapat mendukung hal itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ma'ruf mewanti-wanti tentang tantangan globalisasi saat ini. Tak hanya cepat, warga NU juga diminta tepat menghadapi hal tersebut.
 
"Kalau tidak cepat bisa ketinggalan zaman. Tapi juga harus tepat. Kalau tak tepat nanti berantakan," ujarnya.
 
Wakil Presiden RI ini menekankan, apa yang dikerjakan warga nahdliyin harus memiliki nilai produktivitas tinggi. Hal itu dapat dilakukan dengan belajar dari pengalaman.
 
"Yang dipegang oleh NU, menjaga yang lama jika baik, mengambil yang baru, yang lebih baik. Jadi menjaga tradisi menjaga warisan tapi juga mengabil transformasi. Tapi juga melakukan inovasi karena NU itu organisasi yang berinovasi," ungkap Ma'ruf.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif