Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Tak Terkait Vaksin, Masyarakat Diajak Kenali Gejala Hepatitis Misterius

Nasional penyakit menular kesehatan anak dokter dan kesehatan IDAI Hepatitis Akut
Wandi Yusuf • 09 Mei 2022 15:56
Jakarta: Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim B Yanuarso menegaskan kasus hepatitis akut belum diketahui penyebabnya. Dia mengimbau masyarakat mengenali gejala penyakit tersebut untuk deteksi dini.
 
Piprim mengatakan gejala hepatitis akut berupa perubahan warna urine menjadi gelap dan atau fesesnya pucat. Pada tahap lebih lanjut bisa terdapat kuning pada mata dan pada kulitnya. 
 
"Kemudian bisa terjadi gejala gatal, bisa disertai nyeri sendi, atau pegal-pegal, mual dan muntah atau nyeri perut. Kemudian anak merasa lesu, lelah lemah dan kehilangan nafsu makan," kata Piprim melalui YouTube IDAI, Senin, 9 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan diare, gejala berat lain seperti penurunan kesadaran dan kejang-kejang kerap mengikuti. Pada pemeriksaan laboratorium, bisa didapatkan peningkatan hasil SGOT dan SGPT yang bisa mencapai lebih dari 500 unit/liter atau lebih dari 10 kali dari nilai normal.
 
"Kami mengimbau, langkah selanjutnya untuk masyarakat pertama agar tetap tenang, tidak panik namun tetap waspada dan hati-hati," ujar dia.
 
Baca: IDAI: Hepatitis Akut dan Vaksin Covid-19 Tak Berkaitan
 
Piprim menyebut masyarakat perlu menerapkan hidup bersih untuk mencegah penularan inveksi. Terasuk meminum air bersih dan memakan makanan bergizi.
 
"Untuk deteksi dini, apabila menemukan anak-anak dengan gejala seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, kuning pada mata, penurunan kesadaran, kejang, lesu dan demam tinggi, agar diperiksa di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," kata Piprim.
 
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban melalui Twitter @ProfesorZubairi menyampaikan kasus hepatitis akut tidak ada kaitannya dengan vaksin covid-19. Penyakit itu juga tak berkaitan dengan long covid. 
 
"Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi covid-19."
 
Zubairi menyampaikan kasus di Alabama, dari 9 anak-anak, tak satu pun dari mereka memiliki riwayat infeksi covid-19, dan tidak menerima vaksin. Menurutnya, dari data juga diketahui bahwa angka kejadian long covid pada anak amat jarang.
 
Di Indonesia, dari tiga kasus, semuanya diketahui negatif covid-19 dan satu komorbid. Untuk mencegah infeksi, Zubairi mengajak masyarakat menjaga kebersihan.
 
"Kebersihan tangan adalah garis pertahanan pertama penyebaran penyakit ini. Jaga kebersihan rumah, kantor, dan prioritaskan praktik kebersihan yang baik kepada anak-anak. Tetap waspada," ujar Zubairi.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif