Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda saat erupsi. (ANT/Nurul)
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda saat erupsi. (ANT/Nurul)

Jejak Longsor Gunung Anak Krakatau Terekam Citra Satelit

Nasional
Nur Azizah • 24 Desember 2018 05:00
Jakarta: Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi Suhendar, menyebut longsor di Gunung Anak Krakatau terjadi di lereng bagian Barat Daya. Data tersebut berdasarkan pantauan dari citra satelit.
 
"Berdasarkan citra satelit ada jejak longsor di bagian barat daya," kata Rudi dalam program Breaking News di Metro TV, Jakarta, Minggu 23 Desember 2018.
 
Rudi menjelaskan, longsor disebabkan lantaran lereng tak mampu menahan material yang dijatuhkan dari strombolian. Lereng tersebut terbentuk dari material gunung yang menumpuk dari letusan sejak Juni 2018 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang hampir setiap hari erupsi dan hasil material itu jatuh dan mengendap di lereng sehingga terjadi penumpukan. Jadi, lereng ini bersifat lepas (tidak stabil)," terang dia.
 
Longsor diperparah oleh hujan lebat yang mengguyur Gunung Krakatau beberapa waktu belakangan. Longsor inilah yang memicu terjadinya tsunami.
 
"Material yang jatuh kemarin membuat lereng tidak stabil ditambah hujan lebat dan tremor yang mengakibatkan lereng makin longsor," ungkapnya.
 
Kendati begitu, Rudi dan timnya harus mendapatkan data langsung dari lapangan. Ia bakal mengandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk mendapat data secara menyeluruh.

 

(LDS)
TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi