Hoaks Penculikan Anak Ganggu Psikologis Orang Tua

Fachri Audhia Hafiez 03 November 2018 06:22 WIB
penculikan anak
Hoaks Penculikan Anak Ganggu Psikologis Orang Tua
Ilustrasi penculikan anak. Medcom.id/M Rizal.
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyikapi maraknya hoaks atau berita bohong tentang penculikan anak. Hoaks akan berdampak pada psikologis orang tua dan anak.

"Orang tua yang memiliki anak pada satuan pendidikan dibuat panik hingga rela menunggu anak sekolah setiap hari. Beberapa orang tua bahkan sering ribut di Whatsapp grup karena kekhawatiran yang berlebihan dan agar menjadi perhatian oleh para orang tua siswa," kata Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 November 2018.

Susanto menjelaskan kondisi itu dapat menimbulkan pengawasan yang berlebihan pada orang tua dengan mengintimidasi, membentak, menekan, memaksa, dan mengatur secara ketat aktivitas anak. Tindakan itu semua dilakukan karena takut dengan penculikan.


"Sosialisasi dan kehidupan tumbuh kembang anak dikhawatirkan tidak berjalan secara wajar," ucap dia.

Susanto membeberkan, pemberitaan penculikan anak yang ramai belakangan ini tidak benar. Berita tentang penculikan anak diduga dilakukan perempuan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) di Kranji Bekasi.

"Informasi yang viral lainnya adalah drama penculikan dengan menahan anak, hal itupun peristiwa lampau dan telah diproses hukum pada tahun 2010 di Jambi," ujar Susanto.

KPAI meminta agar pihak kepolisian menindak tegas pelaku hoaks yang meresahkan masyarakat. Dinas Pendididikan dan Kantor Kementerian Agama daerah juga perlu memastikan agar kerja sama antara sekolah atau madrasah dengan orang tua peserta didik berjalan dengan baik. Sehingga isu dan berita penculikan tidak meresahkan orang tua dan anak.

"Orang tua tetap perlu berpikir bijak dan jernih agar kekhawatirannya tidak berlebihan dan berdampak pada tumbuh kembang anak. Rasa kekhawatiran yang berlebihan akan mengurangi kepercayaan diri anak bersosialisasi," tukas Susanto.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id