Warga mengendarai sepeda motor dengan latar belakang erupsi Gunung Agung. Foto: Antara/Nyoman Budhiana.
Warga mengendarai sepeda motor dengan latar belakang erupsi Gunung Agung. Foto: Antara/Nyoman Budhiana.

Kemenhub Minta Masyarakat Waspadai Erupsi Gunung Agung

Nasional erupsi gunung agung
Fachri Audhia Hafiez • 22 April 2019 06:36
Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali tetap berjalan meski Gunung Agung kembali erupsi. Namun, masyarakat diminta waspada.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengimbau agar semua pihak waspada. Pihaknya turut berkoordinasi untuk meningkatkan pelayanan jasa penerbangan meski terjadi dampak erupsi.
 
"Saya mengimbau agar seluruh pihak terkait agar tetap waspada dan berhati-hati, semua pemangku kepentingan penerbangan harus saling bersinergi dan berkoordinasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa angkutan udara," kata Polana dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu, 21 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Elfi Amir memastikan operasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali tetap berjalan meski Gunung Agung kembali erupsi. Sebaran abu vulkanik di sekitar wilayah bandara menipis.
 
Kepastian itu berdasarkan hasil observasi meteorologi penerbangan (METAR) pada pukul 10.30 WITA. Elfi mengatakan, sudah tidak adanya sebaran abu vulkanik di sekitar wilayah bandara.
 
Selain itu, hasil dari Pilot Report menyebutkan bahwa 'Mount Agung No Activity' dan tidak ada gumpalan debu vulkanik ataupun peningkatan status Gunung Agung.
 
"Operasional di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai berjalan normal, diharapkan agar semua maskapai saling menginformasikan sesaat landing atapun take off untuk monitor Mount Agung Activity, kewaspadaan di antara stakeholder wajib diperlukan," ujar Elfi.
 
Menanggapi erupsi Gunung Agung, pemerintah terus menggelar rapat gabungan stakeholders yang berlangsung di ruang rapat Airport Operation Control Center (AOCC). Rapat diikuti oleh PT Angkasa Pura I (Persero), AirNav Indonesia, Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah IV, Pimpinan AoC, maskapai dan perwakilan groundhandling dengan membahas pokok-pokok pembahasan mengenai erupsi Gunung Agung.
 
Erupsi Gunung Agung pertama terjadi pukul 03.21 WITA dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 2.000 meter. Sementara itu erupsi kembali terjadi pukul 18.56 WITA, tinggi kolom abu vulkanik mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak kawah atau 6.142 meter di atas permukaan laut.
 
Saat ini status Gunung Agung berada pada level III atau siaga. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sejauh ini tidak ada korban jiwa dan masyarakat juga tak diminta untuk mengungsi.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif