DMI Jamin tak Ada Radikalisme di Masjid Pemerintah

Kautsar Widya Prabowo 20 November 2018 21:25 WIB
radikalisme
DMI Jamin tak Ada Radikalisme di Masjid Pemerintah
Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin/Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jakarta: Dewan Masjid Indonesia (DMI) memastikan tidak ada masjid di lingkungan kantor pemerintah yang menyebarkan paham radikalisme. Masjid tercemar paham radikalisme karena ulah kelompok tertentu.

"Masjid itu saya yakin, saya jaminlah clear, tidak bisa bergerak wong benda mati ," kata Wakil Ketua DMI Syafruddin di Masjid Cut Mutia, Jakarta Pusat, Selasa, 20 November 2018.

Menteri PAN-RB itu juga meminta masyarakat yang sering menggunakan masjid untuk ikut andil dalam menjaga kesucian masjid. Masjid, kata dia, harus tetap menjadi pusat peradaban Islam serta tempat meningkatkan iman.


Pihak DMI tak bisa melarang setiap individu untuk melakukan dakwah di masjid-masjid. Mantan Wakapolri ini hanya berharap dakwah bisa dikolaborasikan dengan kreativitas.

(Baca: Memajukan Peradaban Melalui Ekonomi Berbasis Masjid)

"Supaya kita bisa menjaga kehidupan beragama yang seimbang, memperkuat ibadah kita, menambah amal kita, tujuannya Islam untuk kebaikan umat manusia di muka bumi," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Intelejen Negara (BIN) menjelaskan puluhan masjid di lingkungan kantor pemerintah terpapar paham radikalisme. Juru bicara BIN Wawan Hari Purwanto menjelaskan data tersebut didapat dari hasil penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarkat (P3M) Nahdlatul Ulama beberapa lalu.

"Terkait pemberitaan BIN menyebutkan ada 41 masjid di Lingkungan Pemerintah Terpapar Radikalisme merupakan hasil survei oleh P3M NU ," kata Wawan dalam keterangan tertulis, Minggu, 18 November 2018.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id