Memajukan Peradaban Melalui Ekonomi Berbasis Masjid

Kautsar Widya Prabowo 20 November 2018 17:13 WIB
ekonomi syariah
Memajukan Peradaban Melalui Ekonomi Berbasis Masjid
Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin/Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jakarta: Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin berharap banyak pada Indonesia Islamic Youth Economic Forum (ISYEF). Pemuda inovatif dan kreatif diyakini mampu memajukan Indonesia melalui ekonomi berbasis masjid.

"Harapan kami memakmurkan masjid yang berujung pada bagaimana kemajuan peradaban umat Islam yang wasathiyah. Betul-betul bertujuan habluminallah (hubungan antara manusia dan Allah) dan hablumminannas (hubungan antarumat manusia)," kata Syafruddin dalam peluncuran ISYEF di Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, 20 November 2018.

Eks Wakapolri itu menerangkan pengembangan ekonomi berbasis masjid berpotensi besar memakmurkan rakyat. DMI melalui ISYEF menjadikan masjid sebagai wadah beribadah sambil berbisnis. Usaha itu bisa dilakukan di halaman masjid.

Masjid, terang dia, nantinya bisa menjadi tempat berkumpulnya semua kalangan. Tempat ibadah itu bisa menjadi pusat dialog semua lapisan masyarakat.

"Jadi nasib umat dan bangsa kita selalu akan diskusikan di tempat ini. Khusunya yang berkaitan dengan gerakan pemberdayaan ekonomi umat," beber Menteri PAN-RB itu.


Grand launching ISYEF di Masjid Cut Meutia, Selasa, 20 November 2018

ISYEF merupakan organisasi di bawah payung DMI. Mereka bergerak memberdayakan perekonomian melalui sumbangsih remaja masjid.

"Tujuannya adalah terwujudnya visi misi memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid," tegas Syafruddin.

Kehadiran ISYEF disebut menjawab survei yang menyebut 73,9 persen responden membutuhkan kegiatan usaha di masjid. Usaha bisa dalam bentuk koperasi, mini market, maupun warung.

Syafruddin juga yakin ISYEF yang berbasis aplikasi dengan jaringan yang sudah memiliki akses dengan dunia internasional mampu mengikuti jejak pendahulunya. Anak muda yang bekerja di belakangnya  harus mampu membawa ISYEF sebesar Tokopedia, Bukalapak, Go-Jek, dan Traveloka.

"Bangsa Indonesia sedang menyiapkan visi yang jauh ke depan untuk menyongsong 2045. Mudah-mudahan 27 tahun lagi, beban dan tanggung jawab sudah ada di pundak ISYEF," ucap dia.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id