Menhub Usulkan Taksi Daring dilengkapi Panic Button dan Sensor Biometrik

Faisal Abdalla 28 April 2018 20:50 WIB
taksi online
Menhub Usulkan Taksi Daring dilengkapi <i>Panic Button</i> dan Sensor Biometrik
Menteri Perhubungan Budi Karya. (MTVN/Sonya Michaella).
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan agar taksi daring dilengkapi dengan aplikasi keamanan yang berguna sebagai penjegahan kejahatan hingga kecelakaan (panic button). Hal itu untuk menekan angka kejahatan di dalam taksi daring. 

"Dalam diskusi saya dengan asosiasi driver, (mengusulkan) ada semacam tombol. Kalau (penumpang) ada masalah bisa tekan tombol itu," kata Menhub Budi di Mapolres Metro Jakarta Barat, Sabtu, 28 April 2018. 

Selain panic button, Budi juga mengusulkan adanya sensor biometrik atau alat pembaca sidik jari agar satu kendaraan hanya bisa dikemudikan pemilik akun sesuai yang terdaftar di aplikasi. Hal ini untuk mencegah adanya sopir tembak. 


"Bisa otentifikasi dengan sidik jari pengemudi. Sidik jari yang dilakukan (tap) beberapa kali, misalnya pada pada saat dia jalan pertama hingga saat dia sampai tujuan sehingga tidak mungkin lagi ada (sopir tembak)," imbuh Budi. 

Selain itu, Budi juga meminta kepada perusahaan aplikator taksi daring agar tak lagi melakukan perekrutan driver secara online. Perekrutan harus dilakukan secara tatap muka. 

"Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan sopir yang baik, kalau kita tidak melakukan tatap muka," ujar mantan Dirut PT Angkasa Pura II tersebut. 

Budi mengklaim Permenhub Nomor 108 tahun 2017 yang mengatur soal angkutan daring sebetulnya sudah cukup memberi rambu-rambu bagi perusahaan aplikator. Hal-hal keselamatan mendasar seperti kewajiban ujir KIR dan kondisi kendaraan layak jalan sudah diatur dalam Permenhub tersebut. 

"Yang harus kita lakukan dalam memperlakukan pasal-pasal dalam PM 108 dan itu harus kita kerjakan dan dilakukan dilaksanakan oleh semua pihak.  Bahwasanya nanti ada tambahan kita akan tambah," tandas dia.




(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id