Penyebab Bayi Terlahir Tanpa Anus
Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)
Jakarta: Muhamad Firza anak berusia 2 tahun di Polewali Mandar, Sulawesi Barat menderita kondisi cukup langka; atresia ani atau terlahir dengan kelainan tanpa saluran pembuangan atau anus.

Dalam dunia medis, atresia ani atau disebut juga anus imperforata disebabkan oleh proses pembentukan organ yang tidak sempurna ketika janin masih berusia 4-8 minggu di kandungan.

"Bisa karena obat-obatan, ibu mengalami sakit, atau kelainan genetik tertentu bisa memicu terjadinya gangguan pembentukan saluran anus," ujar Dokter Spesialis Anak Fatima Safira Alatas melalui sambungan Skype, dalam Newsline, Selasa, 17 Juli 2018.


Fatima mengatakan atresia ani tidak bisa dideteksi atau dicegah, sebab hal itu terjadi saat awal kehamilan. Jalan satu-satunya yang dapat ditempuh hanyalah tindakan operasi setelah anak lahir.

Operasi pun tidak bisa asal dilakukan. Setelah anak lahir, perlu dilihat terlebih dulu apakah terdapat saluran kecil yang menghubungkan anus ke kulit luar atau saluran kemih.

"Kalau keluar, operasi bisa ditunda. Tapi kalau tidak ada operasi pertama dibuat terlebih dulu saluran pembuangan di perutnya setelah lahir untuk mengevakuasi keluarnya tinja pertama," kata dia.

Menurut Fatima, tindakan operasi lanjutan bisa dilakukan saat anak sudah menginjak usia dua tahun atau berat badannya sudah sama atau lebih dari 10 tahun. Operasi dilakukan untuk membuat saluran sambungan ke arah organ bawah.

Catatan penting yang harus diperhatikan adalah, anak dengan atresia ani harus diperhatikan dari sisi gizi. Tak hanya demi kelancaran operasi, pemulihan pasca-tindakan pun akan ditentukan dari gizi yang didapatkan oleh anak. 

"Kalau gizinya bagus, enggak ada infeksi sebulan bisa sembuh. Pemantauan tetap dilakukan untuk memeriksa apakah salurannya berfungsi, kalau tidak mungkin ada faktor yang mengganggu dan kadang perlu dilakukan operasi lagi untuk penyambungan kembali," jelas dia.

Fatima menambahkan atresia ani hanya bisa diketahui sesaat setelah bayi dilahirkan melalui prosedur pemeriksaan awal oleh bidan atau dokter yang membantu persalinan. Atresia ani tidak bisa diintervensi saat bayi masih di dalam kandungan.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id