medcom.id, Jakarta: Wakil Presiden Federasi Pilot Indonesia Capt Ali Nahdi mengatakan setiap pesawat yang teregistrasi di Indonesia wajib menyamakan frekuensi Emergency Locater Transmitter (ELT) dengan Badan SAR Nasional (Basarnas).
Sehingga jika pesawat mengalami kecelakaan, misalnya jatuh ke laut atau mengalami benturan di udara, sinyal dari ELT itu langsung terdeteksi oleh Basarnas.
"Saya tidak tahu apa (ELT nya) sudah dikoordinasikan dengan Basarnas. Yang pasti, transmitter itu akan hidup jika pesawat masuk ke air atau berbenturan," katanya.
Dia mencontohkan kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat pada Mei 2012. "Pesawat Sukhoi itu kan milik Rusia, saat kecelakaan itu, langsung terdeteksi di sana," ucapnya.
Ali menjelaskan ELT tersebut ada yang portabel ada juga yang dipasang secara permanen di pesawat.
Dalam kesempatan itu, Ali mengatakan pesawat AirAsia QZ8501 tak terdeteksi di radar. Artinya, pesawat tersebut bukan hilang komunikasi melainkan hilang secara fisik. "Masalahnya bisa beragam, bisa jadi mengalami mesin mati atau masalah lain," ujarnya.
medcom.id, Jakarta: Wakil Presiden Federasi Pilot Indonesia Capt Ali Nahdi mengatakan setiap pesawat yang teregistrasi di Indonesia wajib menyamakan frekuensi Emergency Locater Transmitter (ELT) dengan Badan SAR Nasional (Basarnas).
Sehingga jika pesawat mengalami kecelakaan, misalnya jatuh ke laut atau mengalami benturan di udara, sinyal dari ELT itu langsung terdeteksi oleh Basarnas.
"Saya tidak tahu apa (ELT nya) sudah dikoordinasikan dengan Basarnas. Yang pasti, transmitter itu akan hidup jika pesawat masuk ke air atau berbenturan," katanya.
Dia mencontohkan kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat pada Mei 2012. "Pesawat Sukhoi itu kan milik Rusia, saat kecelakaan itu, langsung terdeteksi di sana," ucapnya.
Ali menjelaskan ELT tersebut ada yang portabel ada juga yang dipasang secara permanen di pesawat.
Dalam kesempatan itu, Ali mengatakan pesawat AirAsia QZ8501 tak terdeteksi di radar. Artinya, pesawat tersebut bukan hilang komunikasi melainkan hilang secara fisik. "Masalahnya bisa beragam, bisa jadi mengalami mesin mati atau masalah lain," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)