Lalu lintas di Jakarta, Rabu, 12 Mei 2021. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Lalu lintas di Jakarta, Rabu, 12 Mei 2021. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Menhub Dorong Teknologi Transportasi Terus Berkembang

Nasional lalu lintas transportasi Kementerian Perhubungan perhubungan menhub
Candra Yuri Nuralam • 07 Juni 2021 06:54
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ingin perkembangan teknologi di sektor transportasi terus berkembang. Perkembangan teknologi ini dinilai penting untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
 
"Pada hakikatnya, transportasi berbasis teknologi didedikasikan untuk mempermudah mobilitas masyarakat bekerja dan berusaha, pemerataan distribusi barang atau jasa, serta meningkatkan produktivitas rakyat, dan daya saing di pasar internasional," tulis Budi dalam akun Instagram @budikaryas, Minggu, 6 Juni 2021.
 
Menurut dia, teknologi di bidang transportasi perlu dikembangkan untuk menunjang pembangunan negeri. Dia berharap perkembangan teknologi di sektor transportasi bisa terus dilakukan tiap tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Uji Coba Sepeda Jadi Alat Transportasi, Pengguna Jalan Diharap Saling Menghargai
 
Teknologi transportasi harus ramah lingkungan. Hal itu sesuai dengan sustainable development goals (SDG) Indonesia pada 2045 dan rencana pembangunan jangka menengah periode 2020 sampai 2024.
 
"Arah kebijakan terkait mobilitas kita ke depan dirancang dengan konsep smart city, green city, dan sustainable city. Kami wajib mengikuti instruksi tersebut dan menjadikannya sebagai dasar dalam membangun sistem transportasi," ujar Budi.
 
Budi mengatakan perkembangan teknologi transportasi juga dapat meningkatkan keselamatan masyarakat dalam berkendara. Pasalnya, tiap teknologi yang berkembang pasti meminimalisasi potensi kecelakaan.
 
Selain itu, perkembangan teknologi transportasi bisa menghemat biaya. Konsep ramah lingkungan membuat penggunaan bahan bakar alat transportasi semakin dikit. Hal itu juga bisa mengurangi kerusakan lingkungan dari emisi yang dikeluarkan alat transportasi.
 
"Penerapan teknologi bermanfaat untuk menganalisis perilaku mobilitas masyarakat sehingga dapat digunakan untuk kebijakan mengurangi kemacetan dan emisi bahan bakar, peningkatan akses ke pekerjaan dan layanan, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan aksesibilitas, dan mobilitas," tutur Budi. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif