medcom.id, Jakarta: Wihara Dharma Bakti hangus dilalap api tepat tiga hari sebelum perayaan Cap Go Meh. Pihak pengelola wihara pun terpaksa menutup sementara wihara tersebut dari kegiatan sembahyang atau doa yang biasanya dilakukan warga Tionghoa di wihara tersebut saat perayaan Cap Go Meh.
"Untuk Cap Go Meh, kami tetap buka. Namun, tidak ada aktivitas sembahyang," kata pengelola wihara, Henky Halim kepada Metrotvnews.com, di Wihara Dharma Bhakti, Jalan Kemenangan, Glodok, Jakarta Barat, Senin (2/3/2015).
Henky sangat menyayangkan kebakaran besar melanda wihara tersebut Senin (2/3/2015) dini hari tadi. Menurutnya, banyak warga Tionghoa yang ingin beribadah di klenteng tersebut saat Cap Go Meh tiba. Bahkan, warga Tionghoa dari Singapura sudah membeli tiket untuk ikut sembahyang di Petak Sembilan. Selain itu, juga banyak yang sudah memesan lilin untuk hari besar tersebut.
Pihak yang tidak berkepentingan dilarang untuk masuk ke dalam wihara yang hangus terbakar khususnya ruang Dewi Kwan Im. Untuk sementara, kegiatan sembahyang ditiadakan dan dialihkan ke wihara di sekitar Glodok. Dia pun mempersilakan warga untuk sembahyang di wihara terdekat. "Silakan ke wihara sebelah yang ada di sekitar," tukas dia.
Menurutnya, kebakaran yang terjadi ini adalah sebuah musibah yang tak bisa ditolak dan pasti ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa nahas ini. Petugas hingga kini masih membersihkan sisa-sisa kebakaran seperti luberan lilin merah yang meleleh akibat terkena api.
medcom.id, Jakarta: Wihara Dharma Bakti hangus dilalap api tepat tiga hari sebelum perayaan Cap Go Meh. Pihak pengelola wihara pun terpaksa menutup sementara wihara tersebut dari kegiatan sembahyang atau doa yang biasanya dilakukan warga Tionghoa di wihara tersebut saat perayaan Cap Go Meh.
"Untuk Cap Go Meh, kami tetap buka. Namun, tidak ada aktivitas sembahyang," kata pengelola wihara, Henky Halim kepada
Metrotvnews.com, di Wihara Dharma Bhakti, Jalan Kemenangan, Glodok, Jakarta Barat, Senin (2/3/2015).
Henky sangat menyayangkan kebakaran besar melanda wihara tersebut Senin (2/3/2015) dini hari tadi. Menurutnya, banyak warga Tionghoa yang ingin beribadah di klenteng tersebut saat Cap Go Meh tiba. Bahkan, warga Tionghoa dari Singapura sudah membeli tiket untuk ikut sembahyang di Petak Sembilan. Selain itu, juga banyak yang sudah memesan lilin untuk hari besar tersebut.
Pihak yang tidak berkepentingan dilarang untuk masuk ke dalam wihara yang hangus terbakar khususnya ruang Dewi Kwan Im. Untuk sementara, kegiatan sembahyang ditiadakan dan dialihkan ke wihara di sekitar Glodok. Dia pun mempersilakan warga untuk sembahyang di wihara terdekat. "Silakan ke wihara sebelah yang ada di sekitar," tukas dia.
Menurutnya, kebakaran yang terjadi ini adalah sebuah musibah yang tak bisa ditolak dan pasti ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa nahas ini. Petugas hingga kini masih membersihkan sisa-sisa kebakaran seperti luberan lilin merah yang meleleh akibat terkena api.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)