Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat tidak menganggap wabah virus korona (covid-19) sebagai konspirasi atau hoaks. IDI menegaskan covid-19 itu nyata.
"Kami berharap apabila Anda termasuk orang yang tidak mempercayai adanya covid-19 ini, namun janganlah mengorbankan keselamatan orang lain dengan ketidakpercayaan tersebut," kata anggota divisi advokasi dan hubungan eksternal tim mitigasi PB IDI Eka Mulyana, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 5 Desember 2020.
Eka sedih banyaknya korban meninggal akibat terpapar covid-19. Apalagi, ada ratusan petugas kesehatan yang gugur setelah terpapar virus tersebut.
Eka meminta masyarakat ikut membantu tenaga kesehatan dalam penanganan wabah virus korona. Caranya dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Dengan mengabaikan protokol kesehatan, Anda tidak hanya mengorbankan keselamatan diri sendiri namun juga keluarga dan orang terdekat, termasuk orang di sekitar. Pandemi ini akan berlalu dengan kerja sama seluruh pihak, termasuk Anda," ujar Eka.
Baca: 342 Tenaga Kesehatan Meninggal karena Covid-19
Eka berharap semangat tenaga kesehatan tidak melemah untuk melawan covid-19. Petugas medis harus terus bekerja sesuai aturan yang berlaku.
"Kepada para teman sejawat tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk waspada dan tetap menjalankan SOP (standar operasional prosedur), seperti dalam pedoman standar perlindungan dokter di saat melakukan pelayanan dan saat berada di keluarga dan komunitas," tutur Eka.
Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat tidak menganggap wabah
virus korona (covid-19) sebagai konspirasi atau
hoaks. IDI menegaskan covid-19 itu nyata.
"Kami berharap apabila Anda termasuk orang yang tidak mempercayai adanya covid-19 ini, namun janganlah mengorbankan keselamatan orang lain dengan ketidakpercayaan tersebut," kata anggota divisi advokasi dan hubungan eksternal tim mitigasi PB IDI Eka Mulyana, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 5 Desember 2020.
Eka sedih banyaknya korban meninggal akibat terpapar covid-19. Apalagi, ada ratusan petugas kesehatan yang gugur setelah terpapar virus tersebut.
Eka meminta masyarakat ikut membantu tenaga kesehatan dalam penanganan wabah virus korona. Caranya dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Dengan mengabaikan protokol kesehatan, Anda tidak hanya mengorbankan keselamatan diri sendiri namun juga keluarga dan orang terdekat, termasuk orang di sekitar. Pandemi ini akan berlalu dengan kerja sama seluruh pihak, termasuk Anda," ujar Eka.
Baca: 342 Tenaga Kesehatan Meninggal karena Covid-19
Eka berharap semangat tenaga kesehatan tidak melemah untuk melawan covid-19. Petugas medis harus terus bekerja sesuai aturan yang berlaku.
"Kepada para teman sejawat tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk waspada dan tetap menjalankan SOP (standar operasional prosedur), seperti dalam pedoman standar perlindungan dokter di saat melakukan pelayanan dan saat berada di keluarga dan komunitas," tutur Eka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)