Perajin tempe di Kampung Tempe Sunter. Medcom.id/Yurike Budiman
Perajin tempe di Kampung Tempe Sunter. Medcom.id/Yurike Budiman

Harga Kedelai Melonjak, Pedagang Enggan Mengurangi Ukuran Tempe

Nasional Tempe
Yurike Budiman • 05 Januari 2021 04:27
Jakarta: Harga kacang kedelai impor mengalami lonjakan. Kenaikan berdampak pada penjualan tempe dan tahu di pasaran.
 
Salah satu perajin tempe, Sunoto, memilih menaikkan harga. Ketimbang, membuat tempe lebih kecil.
 
"Kalau dipendekin (ukuran tempe) kasihan yang beli. Ada langganan sudah bertahun-tahun juga, sayang kalau nyari lagi (pelanggan baru)," kata Sunoto di Kampung Tempe, Sunter, Senin, 4 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan harga mencapai Rp1.000 per potong dari sebelumnya Rp5.000 menjadi Rp6.000 per potong. "Kalau ukuran dikurangi kadang-kadang pembelinya banyak komplain," ujar dia.
 
(Baca: Produsen Tahu Tempe Masih Mediasi Harga dengan Pemerintah)
 
Dia juga mengaku memproduksi tempe lebih sedikit dibanding sebelum kenaikan harga kacang kedelai.  Sebelum kenaikan harga, dia mampu memproduksi tempe dari 30 kilogram kacang kedelai.
 
"Penjualannya juga jadi menurun 20 persen," kata Sunoto.
 
Sementara itu, agen kacang kedelai di Sunter Jaya menyebut ada kenaikan harga dari Rp7.000 per kilogram menjadi Rp9.000 per kilogram. Salah satu agen, Andreas, mengatakan kenaikan akibat kebijakan pembatasan impor kedelai.
 
"Biasanya kita bisa jual sampai 30 ton kacang kedelai per hari. Tapi karena naiknya (harga kedelai) tidak signifikan, jadi penurunan pembeli juga tidak terlalu drastis," kata Andreas.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif