Vaksin covid-19 Sinovac tiba di Bandara El Tari Kupang, NTT. ANTARA/Kornelis Kaha
Vaksin covid-19 Sinovac tiba di Bandara El Tari Kupang, NTT. ANTARA/Kornelis Kaha

Vaksin Covid-19 Didistribusikan untuk Kejar Waktu

Nasional Virus Korona vaksinasi vaksin covid-19
Nur Azizah • 05 Januari 2021 08:58
Jakarta: Vaksin covid-19 didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia walau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengeluarkan izin guna darurat atau emergency use authorization (EUA). Langkah ini diambil untuk memastikan vaksin tersedia saat program vaksinasi dimulai.
 
"Mengingat Indonesia negara kepulauan dan tentunya dibutuhkan suatu usaha yang besar untuk dapat mendistribusikan vaksin sampai ke titik-titik penyuntikan," kata juru bicara Vaksinasi Covid-19 Rizka Andalusia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 4 Januari 2020.
 
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan vaksin dikirim ke daerah mulai Minggu, 4 Januari 2021. Pendistribusian vaksin tetap memperhatikan cold chain atau rantai dingin guna menjaga kualitas vaksin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Data Pribadi Penerima Vaksin Dijamin Tak Bocor
 
BPOM juga terlibat dalam pengawasan distribusi untuk menjaga mutu vaksin di sepanjang jalur distribusi. Mulai vaksin covid-19 keluar dari industri farmasi hingga disuntikkan ke masyarakat.
 
Pengawalan ini penting lantaran vaksin barang rentan rusak. BPOM rutin mengecek suhu saat penyaluran dan penyimpanan agar selalu sesuai standar. Untuk vaksin Sinovac, suhu penyimpanan dijaga di kisaran 2-8 derajat Celcius.
 
"Pengawasan dan pemantauan mutu vaksin ini dilakukan melalui sampling berbasis risiko dan pengujian unit pelaksana teknis BPOM di seluruh Indonesia," ujarnya.
 
Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, vaksinasi baru dapat dilaksanakan setelah BPOM mengeluarkan EUA. Izin guna darurat diterbitkan bila efikasi dari data hasil uji klinis di atas minimal 50 persen.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif