ISNU Gelar Pameran Lukisan Gus Dur

Whisnu Mardiansyah 22 November 2018 14:37 WIB
gus dur
ISNU Gelar Pameran Lukisan Gus Dur
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama menggelar pameran tunggal seni rupa 'Sang Maha Guru' Abdurrahman Wahid atau Gus Dur--Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta: Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menggelar pameran tunggal seni rupa 'Sang Maha Guru' Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pameran ini menampilkan 29 lukisan Gusdur karya pelukis Nabila Dewi Gayatri.

Sang kurator Nabila Dewi Gayatri mengatakan pameran tunggal ketiganya itu, khusus didedikasikan kepada almarhum Presiden ke-4 Abdurahman Wahid atau yang karib disapa Gus Dur. Ia sadar tak cukup menggambarkan basa-basi seorang Gus Dur hanya dari sebuah lukisan.

"Hakikatnya bukan hanya untuk mengenang Gus Dur, tetapi juga sebagai harapan munculnya Gus Dur lain setelahnya," kata Nabila di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis, 22 November 2018.


Kehadiran sosok seperti Gus Dur menurutnya sudah sangat urgen di tengah kondisi bangsa saat ini yang mulai luntur nilai-nilai pluralisme. Butuh ada sosok seperti Gus Dur sebagai pengayom.

"Indonesia yang begitu sangat besar, begitu plural, begitu banyak potensi masalah membutuhkan pengayom. Membutuhkan orang-orang yang sanggup menyatukan perbedaan. Menempatkan suatu golongan dalam satu ikatan," jelasnya.

Ia melanjutkan, lewat karya seni ini membuktikan Gus Dur bukan hanya milik umat Islam dan NU saja. Tetapi sudah menjadi aset bagi semua kalangan umat beragama.

"Saya berusaha menghadirkan Gus Dur di ruang kegiatan kita. Menggambarkan Gus Dur tidak cukup dengan kata-kata. Kalau saya sebut maha guru karena Gus Dur punya karomah yang jelas," ujarnya.

Di kesempatan yang sama istri almarhum Gus Dur, Shinta Nuriah Wahid yang juga meresmikan pembukaan pameran ini menyampaikan, pemeran tunggal ini membuktikan kesenian bukan sekedar karya kreatif. Tetapi juga bisa mengekspresikan ideologi dan keberpihakan pembuatnya terhadap nilai dan spirit tokoh.

"Saya lihat dalam event ini, kita tidak hanya bisa lihat keindahan karya seni tapi kembali ingat spirit nilai-nilai perjuangan Gus Dur merawat bangsa ini," pungkasnya.

Acara ini pun turut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan beberapa perwakilan organisasi lintas agama. Pameran ini berlangsung dari 22-30 November 2018.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id