Jakarta: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebut ada kebohongan terkait serangan Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKBP) terhadap Pos TNI di Distrik Gome, Kabupaten Puncak pada akhir Januari 2022 lalu. Kebohongan ini dilakukan oleh Komandan Kompi (DANKI) kepada Komandan Batalyon saat melaporkan serangan.
Kebohongan ini diungkap oleh Jenderal TNI Andika Perkasa di channel Youtubenya yang diunggah Jumat kemarin. Meski Andika membenarkan bahwa serangan dilakukan oleh KKBP, namun dirinya menganggap Kompi tidak berhitung dengan teliti dan menyepelekan pengamanan di pos tersebut.
“Hasilnya berbohong, yang sebenarnya terjadi disembunyikan oleh DANKI dari Komandan Batalyon. Betul yang melakukan tindak pembunuhan memang kelompok bersenjata, tapi juga ada peran penggelaran oleh Komandan Kompi. Ketika semuanya memikirkan dukungan, kemudian bagaimana melindungi anggota, tapi di sana hanya begini-begini aja rupanya,” ujar Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melalui akun Youtubenya dalam tayangan Primetime News di Metro TV pada Sabtu, 19 Maret 2022.
Menurut Andika, pertimbangan yang diambil oleh Kompi cenderung pendek karena mengorbankan keselamatan hanya untuk uang tambahan pengamanan di Pos TNI. Atas kelalaian Kompi yang dimaksud, Andika memerintahkan Puspom TNI dan Puspom TNI AD memproses hukum sesuai bobot pelanggaran yang dilakukan. (Leres Anbara)
Jakarta:
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebut ada kebohongan terkait serangan
Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKBP) terhadap
Pos TNI di Distrik Gome, Kabupaten Puncak pada akhir Januari 2022 lalu. Kebohongan ini dilakukan oleh Komandan Kompi (DANKI) kepada Komandan Batalyon saat melaporkan serangan.
Kebohongan ini diungkap oleh Jenderal TNI Andika Perkasa di channel Youtubenya yang diunggah Jumat kemarin. Meski Andika membenarkan bahwa serangan dilakukan oleh KKBP, namun dirinya menganggap Kompi tidak berhitung dengan teliti dan menyepelekan pengamanan di pos tersebut.
“Hasilnya berbohong, yang sebenarnya terjadi disembunyikan oleh DANKI dari Komandan Batalyon. Betul yang melakukan tindak pembunuhan memang kelompok bersenjata, tapi juga ada peran penggelaran oleh Komandan Kompi. Ketika semuanya memikirkan dukungan, kemudian bagaimana melindungi anggota, tapi di sana hanya begini-begini aja rupanya,” ujar Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melalui akun Youtubenya dalam tayangan Primetime News di Metro TV pada Sabtu, 19 Maret 2022.
Menurut Andika, pertimbangan yang diambil oleh Kompi cenderung pendek karena mengorbankan keselamatan hanya untuk uang tambahan pengamanan di Pos TNI. Atas kelalaian Kompi yang dimaksud, Andika memerintahkan Puspom TNI dan Puspom TNI AD memproses hukum sesuai bobot pelanggaran yang dilakukan. (
Leres Anbara)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)