Proses Pemadaman Karhutla. Foto: BNPB
Proses Pemadaman Karhutla. Foto: BNPB

Penanganan Karhutla: Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Annisa ayu artanti • 23 September 2026 18:55
Ringkasnya gini..
  • BNPB melaporkan 209,78 hektar lahan masih dalam proses pemadaman hingga Rabu, 23 September 2026.
  • Prabowo meminta laporan terbaru mengenai karhutla, terutama kondisi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
  • Operasi Modifikasi Cuaca terus dilakukan dan akan dilanjutkan setidaknya hingga musim hujan kembali normal.
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia hingga saat ini belum sepenuhnya selesai. Proses pemadaman masih terus berlanjut di sejumlah wilayah, terutama di Sumatera dan Kalimantan.

Presiden Prabowo Subianto kembali memantau perkembangan penanganan karhutla melalui rapat terbatas secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB, Suharyanto melaporkan masih ada 209,78 hektar lahan yang terus dalam proses pemadaman. 

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektar yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” kata Suharyanto, dikutip dari laman Presiden RI pada Rabu, 23 September 2026, 

Dari laporan tersebut, Prabowo meminta pemantauan dan perkembangan kondisi karhutla terus dilaporkan.
   

OMC Terus Dilakukan sampai Musim Hujan Normal


Selain pemadaman langsung, pemerintah juga memperkuat upaya pengendalian melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). 

BNPB sebelumnya memastikan operasi tersebut terus dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang masih mengalami kondisi rawan. 

Dalam rapat tersebut, Suharyanto menyampaikan OMC akan dilakukan setidaknya sampai musim hujan kembali normal. Strategi ini menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah menekan karhutla, bersamaan dengan pemadaman di lapangan dan pemantauan kondisi dari hari ke hari. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>