Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh (kiri). Foto: MI/Susanto.
Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh (kiri). Foto: MI/Susanto.

Kemendagri Perkuat Layanan Digital

Nasional kemendagri penyerangan kantor kemendagri
Ilham Pratama Putra • 15 Januari 2020 01:22
Jakarta: Jelang 100 hari masa kerja Kabinet Indonesia Maju, Kementrian Dalam Negeri perkuat layanan digital. Dalam 20 hari tersisa ini, layanan digital akan terus gencar hingga daerah terpencil.
 
"Maka kami ingin memastikan, 514 kabupaten kota besok digital semua, hingga ada yang namanya tanda tangan elektronik (TTE)," kata Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 14 Januari 2020.
 
Selanjutnya, kabupaten maupun kota mampu melaksanakan Dukcapil mandiri. Sehingga masyarakat bisa mencetak dokumennya kapanpun dan di manapun, tanpa harus datang ke dinas Dukcapil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada tahap awal, ada delapan jenis dokumen yang bisa dicetak secara mandiri lewat sistem yang diberi nama Anjungan Dapil Mandiri (ADM). Diantaranya KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kematian, Perkawinan hingga Perceraian.
 
"Saat ini sudah terdapat empat daerah yang bisa registrasi menggunakan ADM. Yakni Tangerang Selatan, Magetan, Musi Banyuasin, dan Wonogiri," lanjut dia.
 
Untuk menggunakan ADM penduduk datang ke dinas Dukcapil untuk mendapatkan pin dan barqode. Penduduk nantinya mengisi identitas, nomor telefon dan email secara online ataupun secara langsung di dinas dukcapil.
 
Nantinya penduduk akan menerima notifikasi via email maupun sms, jika dokumen telah siap cetak dengan pin dan barqode yang telah didapatkan. Penduduk tinggal membawa pin dan barqode itu ke ADM untuk mencetak dokumen.
 
Agar lebih menyeluruh, dokumen yang dikeluarkan juga akan dilengkapi TTE. Dokumen kependudukan tidak lagi memerlukan tanda tangan basah, maupun cap basah.
 
"Untuk yang TTE sudah dilakukan di 496 kabupaten kota. Keuntungannya tentu saja lebih aman karena kalau dokumen ini asli. Saat QR code nya discan akan keluar data lengkapnya. lebih sulit dipalsukan," jelas Zudan.
 
Lebih lanjut, TTE akan membuat proses administrasi lebih efisien. Karena tak perlu menunggu pejabat dukcapil berwenang untuk membubuhkan tanda tangan.
 
"Dengan adanya tanda tangan elektornik ini Dukcapil bisa bekerja darimanapun dan kapanpun," ucap dia.
 
Namun pihaknya tak muluk-muluk. Layanan publik digital secara menyeluruh tak bisa dipatok selesai 100 persen dalam 100 hari kerja.
 
"Tidak dalam 100 hari kerja juga ya. Kapanpun kita kerjakan. Apapun kita percepat. Agar nantinya seluruhnya seperti pilkada sampai sensus penduduk juga berjalan lancar," pungkas dia.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif