NEWSTICKER
Ilustrasi sengketa lahan - Medcom.id/ Nurul Hidayat
Ilustrasi sengketa lahan - Medcom.id/ Nurul Hidayat

Sengketa Lahan Makin Marak Akibat Perkembangan Investasi

Nasional sengketa lahan
Sri Yanti Nainggolan • 16 Juli 2019 15:12
Jakarta: Sengketa lahan menjadi salah satu kasus pengaduan yang cukup banyak diterima Komnas HAM pada Januari-April 2019. Ini adalah dampak dari berkembangnya investasi dalam negeri.
 
Berdasarkan catatan Komnas HAM, terdapat 14 kasus pengaduan korporasi terkait sengketa lahan dalam bentuk perampasan atau penyerobotan lahan. Jumlah kasus serupa juga diajukan kepada pemerintah daerah (pemda) dalam kurun waktu serupa.
 
Komisioner Komnas HAM Amiruddin menduga ini berkaitan dengan investasi yang semakin banyak di Indonesia sejak 10 tahun terakhir. Kalau dulu investasi hanya pulau besar, kini merambat ke pulau kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang terjadi arus investasi, terutama di pertambangan, perkebunan, dan perhutanan. Ini masalah klasik," ujar Amiruddin di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.
 
(Baca juga:Sengketa Lahan BUMN dan Warga Kampar Tuntas di Era Jokowi)
 
Ia menambahkan sengketa lahan adalah salah satu masalah HAM serius karena berdampak pada banyak hal. Apalagi untuk wilayah yang sudah memiliki komunitas atau penduduk, akan muncul masalah eksistensi.
 
Perubahan fungsi lahan juga akan berimbas pada sosial, ekonomi, dan budaya komunitas. Padahal, di satu sisi, ada Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan yang berhubungan dengan ketiga hal tersebut. Oleh karena itu, Komnas HAM turut memantau impletasi undang-undang dalam pola investasi yang makin marak saat ini.
 
Kasus sengketa terbaru yang diterima Komnas HAM berasal dari Sumba Timur. Lahan penggembalaan diubah menjadi lahan tebu oleh korporasi. Selain masalah sengketa, kasus lain yang berhubungan dengan korporasi adalah ketenagakerjaan dan pencemaran lingkungan (polusi udara).

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif