Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ari Santoso -- Foto: Metrotvnews.com/ Lis Pratiwi
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ari Santoso -- Foto: Metrotvnews.com/ Lis Pratiwi

Kemendikbud Tegaskan Tak Ada Diskriminasi Siswa Berkebutuhan Khusus

Lis Pratiwi • 19 Juli 2017 04:00
medcom.id, Jakarta: Siswa inklusi atau berkebutuhan khusus kini tak perlu khawatir dalam memilih sekolah. Pasalnya, sejak tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka jalur inklusi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di semua sekolah negeri.
 
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ari Santoso mengatakan tidak ada diskriminasi bagi penyandang kebutuhan khusus atau inklusi, utamanya dalam bidang pendidikan.
 
"Bukan pemberian beasiswa, tapi fasilitas. Artinya kita tidak membedakan siswa inklusi dan lainnya, semua mendapat perlakuan sama di sekolah," ujar Ari saat ditemui Metrotvnews.com di Jakarta Pusat, Selasa 18 Juli 2017.

Menurut Ari, kebijakan jalur inklusi dalam PPDB membuka peluang siswa inklusi bergabung dengan siswa non-inklusi. Dengan demikian, siswa berkebutuhan khusus siap bersosialisasi dengan lebih banyak orang, serta meningkatkan toleransi dan kepedulian siswa lain agar tidak ada bullying pada siswa inklusi.
 
Kendati demikian, Ari mengakui di Jakarta hanya sekolah tertentu yang memiliki siswa inklusi. Pasalnya, selain jumlah penyandang inklusi tidak banyak, ada pemahaman orangtua untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah yang terkenal biasa menangani siswa inklusi.
 
"Meskipun jalur inklusi dibuka di semua sekolah tapi tidak ada kewajiban terpenuhi. Semuanya tergantung orangtua siswa juga, pasti maunya yang terbaik," jelas Ari.
 
Sementara itu, bagi sekolah yang memiliki siswa inklusi, Ari menuturkan ada pelatihan khusus bagi guru agar lebih kompeten menghadapi siswa inklusi. Agar lebih efektif, penempatan kelas siswa inklusi pun akan disesuaikan dengan guru-guru yang menunjang.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(Des)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>