Begini Cara KLHK Tangani Limbah B3

Pelangi Karismakristi • 02 Desember 2015 14:45
medcom.id, Jakarta: Pencemaran lingkungan yang kerap terjadi salah satunya disebabkan pembuangan limbah bahan beracun atau berbahaya (B3) industri secara besar besaran. Agar bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupaya mensosialisasikan penanganan limbah yang benar sesuai Undang-Undang pada pelaku industri.
 
"Pengelolaan B3 mengedepankan yang bisa didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. Kalau sudah tidak bisa dimanfaatkan, baru ditimbun. Tapi kami tetap menyarankan untuk bisa dimanfaatkan," papar Sekretaris Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) - KLHK Ade Palguna saat talkshow di program Wideshot, Metro TV, Selasa (1/12/2015).
 
Menurut Ade, segala sesuatu yang menyangkut persoalan limbah, termasuk limbah B3, penanganan dan pemanfaatannya telah diatur dalam PP 101/2015. Namun, untuk lebih memperkuat beberapa dalil di dalamnya, KLHK akan membuat UU turunannya berupa Peraturan Menteri (Permen) LHK.

Peraturan itu berisi tentang pengangkutan limbah B3, pengelolaan limbah B3, pengolahan kemasan limbah B3, serta pengaturan untuk penimbunan limbah. "Akhir Desember ini saya janji kepada teman-teman industri bisa keluar Permen-nya," imbuh Ade.
 
Di Indonesia, belum semua industri peduli terhadap pengelolaan limbah. Ini bisa berdampak buruk pada lingkungan.
 
Sebagai contoh, industri yang menaruh perhatian pada pengolahan limbah yaitu PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Semen Indonesia. Namun, Ade mengaku akan terus berupaya melakukan pembinaan terhadap sejumlah industri yang memanfaatkan limbah B3 dan yang menghasilkan limbah tersebut.
 
Selanjutnya KLHK akan melakukan survei pada perusahaan binaannya, agar nantinya banyak industri mengikuti jejak dua perusahaan tersebut untuk peduli terhadap pengolahan limbah. KLHK akan proaktif pada industri penghasil limbah untuk dapat mengelola limbah dengan tepat.
 
"Kedua kita tidak bosan-bosan untuk melakukan pembinaan kepada industri-industri. Karena menurut kami, kalo industri besar sudah punya kesadaran, tapi masih perlu terus menerus melakukan pembinaan untuk mengelola limbah dengan baik dan benar," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NIN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>