Ilustrasi: Metro TV
Ilustrasi: Metro TV

KNKT Kumpulkan Data Soal Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh sriwijaya air
Sri Yanti Nainggolan • 09 Januari 2021 22:06
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memulai investigasi terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Minggu pagi, 10 Januari 2021. Saat ini, KNKT akan mengumpulkan semua informasi yang ada. 
 
"Sesuai prosedur, kami dalam tahap pengumpulan data. Data pesawat, data penerbangan, pas rilis bagaimana kondisinya," terang Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers, Sabtu, 9 Januari 2021. 
 
Menurut dia, besok pihaknya akan menyurvei tempat diduga lokasi pesawat jatuh, terutama kondisi perairannya. Hal ini diperlukan untuk menyiapkan peralatan investigasi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Temuan Serpihan di Perairan Laki Masih Diselidiki
 
"Apakah ada karang atau tidak. Kalau ada karang, kami turunkan underwater recovery," jelas dia. 
 
KNKT akan menunggu koordinasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terkait investigasi ini. Jika sudah diperbolehkan turun, mereka akan menggunakan kapal Baruna Jaya 4 bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mencari pesawat. 
 
Soerjanto juga mengungkapkan KNKT akan memberikan informasi tentang kecelakaan pesawat  kepada Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (AS) alias National Transportation Safety Board (NTSB) dalam investigasi ini. Pesawat Sriwijaya Air itu produksi AS. 
 
"Di pesawat Sriwijaya ini adalah penumpang Indonesia, jadi kami tidak info ke negara lain kecuali Amerika," kata dia.
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu baru lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu ada di 11 nautical mile di utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang diduga jatuh itu mengangkut 62 orang: 50 penumpang dan 12 kru.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif