Peneliti utama Vaksin Nusantara untuk uji klinik tahap dua, Kolonel Jonny. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia
Peneliti utama Vaksin Nusantara untuk uji klinik tahap dua, Kolonel Jonny. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia

Gunakan Sampel Darah Manusia, Begini Tahapan Penelitian Vaksin Nusantara

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin untuk Indonesia
Fachri Audhia Hafiez • 14 April 2021 15:24
Jakarta: Peneliti utama uji klinik tahap dua Vaksin Nusantara, Kolonel Jonny, membeberkan tahapan riset vaksin buatan dalam negeri itu. Vaksin Nusantara menggunakan sampel darah manusia sebagai bahan penelitian.
 
"Vaksin lain tidak ada yang diambil darah, jadi ini bedanya. Vaksin ini diambil dari sel tubuh kita sendiri," ujar Jonny di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021.
 
Peneliti akan mengambil sel darah putih untuk dibiarkan selama lima hari. Sel tersebut akan dipadukan dengan protein berjuluk 'S' dari sampel virus covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sel darah putih kita akan mempunyai memori terhadap virus covid-19," ucap dia.
 
Saat vaksin disuntikkan, tubuh akan merespons virus lebih cepat dan membentuk imun. Sebab, ada komponen sel darah yang disusupi sampel virus.
 
"Sehingga pada saat tubuh kita masuk virus covid-19, tubuh kita lebih siap menghadapi covid-19 ini karena dia (tubuh) sudah tahu dan kenal. Vaksin ini menyediakan imunitas seluler untuk tubuh," jelas Jonny.
 
Baca: Gatot Nurmantyo Jadi Relawan Riset Vaksin Nusantara
 
Menurut dia, metode ini berbeda dengan terapi plasma konvalesen. Terapi plasma konvalesen untuk penyembuhan pasien covid-19. Plasma dari pasien covid-19 yang sembuh diambil lalu diberikan kepada pasien yang masih terinfeksi.
 
"Kalau vaksin ini untuk pencegahan, karena kita sudah punya imunitas seluler yang sudah mengenali covid-19. Sehingga kalau covid-19 masuk kita sudah lebih siap," ujar Jonny.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif