PGRI Smart Learning Center (PSLC), jadi pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi profesional guru.
PGRI Smart Learning Center (PSLC), jadi pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi profesional guru.

PGRI: Ada Proses yang Salah di Dalam Kelas

Nasional Kebijakan pendidikan
Citra Larasati • 30 April 2018 19:05
Jakarta: Rendahnya skor dalam Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) Indonesia mengindikasikan adanya permasalahan pada proses pembelajaran di dalam kelas.
 
"Mutu pendidikan sejatinya bermuara pada proses di kelas. Selama ini ada yang salah di dalam kelas," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, di Jakarta, Senin, 30 April 2018.
 
Indonesia menduduki posisi hampir buncit dalam pemeringkatan PISA. Dalam hasil PISA yang dirilis pada akhir 2016, Indonesia hanya mampu menduduki peringkat 65 pada kemampuan matematika, 64 pada kemampuan sains, dan 66 pada kemampuan membaca dari 72 negara yang disurvei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PISA merupakan lembaga penilaian internasional terhadap keterampilan dan kemampuan siswa usia 15 tahun (kelas IX SMP dan X SMA). Kemampuan siswa terhadap matematika, sains, dan membaca di suatu negara diuji dengan memberikan soal berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
 
Sedangkan TIMSS adalah studi internasional yang mengukur kemampuan siswa di bidang matematika dan sains. TIMSS bertujuan untuk melihat bagaimana kurikulum yang dicanangkan
oleh setiap negara diimplementasikan, dan capaian siswa khususnya pada bidang matematika dan sains.
 
TIMSS diselenggarakan setiap 4 tahun sekali dan dikoordinasikan oleh IEA (the International Association for the Evaluation of Educational Achievement).
 
Itu sebabnya. kata Unifah, PGRI memilih berperan aktif dan tidak lagi menunggu pemerintah untuk membenahi proses pembelajaran di dalam kelas. PGRI memilih berkontribusi melakukan akselerasi dalam peningkatan mutu guru dan siswa melalui PGRI Smart Learning Center (PSLC) yang dipimpin oleh Profesor Richardus Eko Indrajit.
 
PSLC merupakan pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi profesional guru, terutama dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Berbeda dengan pusat, lembaga, maupun institusi pengembangan kompetensi guru yang telah ada sebelumnya di tanah air. PSLC fokus pada pendalaman konsep Cyber Pedagogy atau Digital Pedagogy.
 
"Masih sangat sedikit pusat studi yang secara khusus mempelajari konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam konteks pendidikan dan pembelajaran," jelas Unifah.
 
Unifah berharap dalam lima tahun ke depan PSLC akan menjadi pusat studi Cyber Pedagogy terkemuka di ASEAN dan Asia Pasifik.
 

(CEU)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif