Ilustrasi/MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi/MI/Bary Fathahillah

Satgas Covid-19: Klaster Sekolah Karena Persiapan Kurang Matang

Nasional Virus Korona sekolah
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Agustus 2020 19:59
Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito merespons kasus siswa terpapar virus korona (covid-19) setelah sekolah dibuka kembali. Dia meminta hal tersebut menjadi perhatian pengelola sekolah.
 
“Apabila terjadi klaster atau kasus baru di dalam sekolah itu tentunya terkait proses pembukaan yang mungkin belum sempurna,” kata Wiku di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Wiku menegaskan pemerintah hanya membolehkan pembukaan kembali sekolah di zona risiko hijau dan kuning. Selain itu, pembukaan sekolah dengan tatap muka harus dilakukan bertahap dengan tiga indikator.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pertama adalah prakondisi, kedua adalah waktu yang tepat, dan ketiga adalah prioritas mana sekolah yang harus dibuka dahulu,” terang dia.
 
Wiku menambahkan pembukaan sekolah juga harus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Satgas covid-19 daerah. Sedangkan Satgas covid-19 pusat mengevaluasi pelaksanaan.
 
Wiku memperkirakan munculnya klaster baru di sekolah tak terjadi jika simulasi dilakukan. Sebab simulasi tersebut merupakan syarat wajib untuk meminta restu orang tua murid.
 
“Kalau itu semua dilakukan dengan baik seharusnya tidak terjadi klaster-klaster di sekolah,” ujar Wiku.
 
Baca:KPAI: Pengelola Sekolah Masih Bingung Mempersiapkan New Normal
 
Dia kembali mengajak pemimpin daerah fokus memantau kegiatan sosial dan ekonominya. Sehingga langkah penanganan tidak terlambat dilakukan dan covid-19 bisa dikendalikan.
 
“Kalau tidak bisa terkendali maka perlu pengereman, pengurangan aktivitas, bahkan penghentian aktivitas,” tegas Wiku.
 
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengawasi langsung pembukaan sekolah untuk belajar tatap muka di tengah pandemi virus korona (covid-19). Belum genap satu bulan izin tatap muka di sekolah diberikan, KPAI mendapati data puluhan siswa dari berbagai daerah Indonesia dinyatakan positif covid-19.
 
"Di Jawa Timur, 51 santri positif covid-19, di Pondok Pesantren Gontor 2 Ponorogo. Kemudian ada lima guru Ponpes di Karawaci, kota Tangerang, Banten (positif covid-19)," kata komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya kepada Medcom.id, Selasa, 11 Agustus 2020.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif