Ilustrasi. Foto: Antara/Zabur Karuru
Ilustrasi. Foto: Antara/Zabur Karuru

Masih Banyak Orang Tua Malu Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus

Nasional anak berkebutuhan khusus
Sri Yanti Nainggolan • 29 Juli 2020 10:34
Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengungkapkan kendala terbesar dalam perlindungan anak berkebutuhan khusus (ABK) berasal dari orang tua. Mereka malu mempunyai anak berkebutuhan khusus.
 
Asisten Deputi Perlindungan ABK KPPPA Usman Basuni mengungkapkan hanya tiga dari 10 orang tua ABK yang mendaftarkan diri secara resmi ke pemerintah.
 
"Mereka berusaha menutupi anak-anak tersebut sehingga anak-anak itu tak bisa akses pendidikan atau informasi yang semestinya mereka bisa dapatkan," ujar Usman dalam webinar, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usman menuturkan beberapa tahun terakhir beberapa daerah mulai terbuka, seperti Bali dan Lampung. Jumlah orang tua yang malu dengan ABK mulai menurun tetapi jumlahnya masih dominan.
 
(Baca: Guru Kunjung, Sistem Belajar untuk Anak Berkebutuhan Khusus)
 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat pada 2017 terdapat 1,7 juta ABK. Namun, tak sampai 1 juta anak masuk fasilitas pembelajaran. Hanya 800 ribu anak yang terdaftar di Sekolah Luar Biasa (SLB).
 
"Kondisinya memang fasilitas ada, kendalanya masih ada di orang tua, mereka malu sama tetangga," beber dia.
 
Usman berharap peluncuran Protokol Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas Dalam Situasi Pandemi Covid-19 dapat menurunkan jumlah orang tua ABK yang malu. Dengan demikian, perlindungan anak dapat dimaksimalkan sekaligus mencegah penularan covid-19.
 
"Ini (peluncuran protokol) adalah salah satu upaya kita dalam melindungi anak," tutur dia.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif