medcom.id, Jakarta: Hilangnya Pesawat AirAsia QZ8501 membuat banyak pihak terkait terlibat, baik dalam pencarian di lapangan maupun kebijakan. Pengamat penerbangan Alvin Lie berharap banyaknya pihak yang terlibat tidak membuat informasi, terutama untuk keluarga penumpang dan kru pesawat, menjadi simpangsiur.
Hal ini belajar dari peristiwa hilangnya MH370 Malaysia Airline beberapa waktu lalu.
"Saat itu ada kesimpangsiuran informasi dari para pejabat. Bahkan militer Malaysia sempat membantah pesawat MH 370 memutar balik," kata Alvin kepada Metro TV, Senin (29/12/2014).
Alvin menilai saat ini manajemen krisis yang dibentuk dalam rangka hilangnya QZ850 masih dalam tataran positif. Informasi disampaikan satu pintu dan tidak berbenturan.
"Risikonya memang kita terkesan lamban dalam menyampaikan informasi. Tapi saya memahami itu agar tidak menimbulkan masalah-masalah baru," ujarnya.
Selain itu, dia juga mengatakan pentingnya peran maskapai dalam melayani keluarga penumpang. Maskapai punya kewajiban moril untuk memahami kondisi kejiwaan keluarga penumpang dan kru pesawat yang mendambakan informasi terbaru.
"Dan saya sangat mengapresiasasi kehadiran Tony Fernandes namun saya lebih mengharapkan kehadiran Dirut Air Asia Indonesia yang banyak tampil untuk menyampaikan perkembangan-perkembangan, karena pesawat ini adalah pesawat yang teregister di Indonesia," paparnya.
medcom.id, Jakarta: Hilangnya Pesawat AirAsia QZ8501 membuat banyak pihak terkait terlibat, baik dalam pencarian di lapangan maupun kebijakan. Pengamat penerbangan Alvin Lie berharap banyaknya pihak yang terlibat tidak membuat informasi, terutama untuk keluarga penumpang dan kru pesawat, menjadi simpangsiur.
Hal ini belajar dari peristiwa hilangnya MH370 Malaysia Airline beberapa waktu lalu.
"Saat itu ada kesimpangsiuran informasi dari para pejabat. Bahkan militer Malaysia sempat membantah pesawat MH 370 memutar balik," kata Alvin kepada Metro TV, Senin (29/12/2014).
Alvin menilai saat ini manajemen krisis yang dibentuk dalam rangka hilangnya QZ850 masih dalam tataran positif. Informasi disampaikan satu pintu dan tidak berbenturan.
"Risikonya memang kita terkesan lamban dalam menyampaikan informasi. Tapi saya memahami itu agar tidak menimbulkan masalah-masalah baru," ujarnya.
Selain itu, dia juga mengatakan pentingnya peran maskapai dalam melayani keluarga penumpang. Maskapai punya kewajiban moril untuk memahami kondisi kejiwaan keluarga penumpang dan kru pesawat yang mendambakan informasi terbaru.
"Dan saya sangat mengapresiasasi kehadiran Tony Fernandes namun saya lebih mengharapkan kehadiran Dirut Air Asia Indonesia yang banyak tampil untuk menyampaikan perkembangan-perkembangan, karena pesawat ini adalah pesawat yang teregister di Indonesia," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)