Ilustrasi. (Foto:Antara/FB Anggoro)
Ilustrasi. (Foto:Antara/FB Anggoro)

Kemenkes Kembali Ambil Uji Sampel Suspect Flu Burung di Tangerang

Cornelius Eko Susanto • 28 Maret 2015 11:27
medcom.id, Tangerang: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan kembali melakukan uji sampel usap tenggorokan (swap) Nyonya T. Uji ulang swap yang dilakukan terhadapa suspect flu burung setelah suaminya N, 40, dan anaknya M, 2, meninggal dunia setelah terbukti positif terjangkit flu burung berdasarkan uji laboratorium Litbangkes, 27 Maret lalu.
 
“Ini adalah uji sampel ketiga yang dilakukan di Litbangkes. Hasil uji sampel pertama dan kedua menunjukkan hasil yang negatif flu burung,” ujar Kepala Badan Litbangkes Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi, Sabtu (28/3/2015).
 
Terkait Nyonya T, Tjandra mengatakan bahwa secara umum kondisi kesehatannya semakin membaik dan tidak menderita demam lagi. Selain memeriksa Nyonya T, petugas Kemenkes juga melakukan survei pada sejumlah orang lainnya yang memiliki riwayat kontak dengan para almarhum dan unggas yang diduga menularkan flu burung pada mereka.

Berdasarkan penelusuran epidemiologis yang dilakukan oleh petugas Kemenkes, diketahui bahwa kejadian bermula ketika N, pegawai Imigrasi Cabang Kelapa Gading, bersama keluarganya berlibur ke rumah orang tuanya di Bogor, Jawa Barat, pada 8 Maret lalu.
 
Kebetulan, pemilik rumah di Bogor memang hobi memelihara unggas. Ketika keluarga tersebut berkunjung, diketahui terdapat seekor burung hantu di sana yang kedapatan mati mendadak. Sembilan hari kemudian, M mengalami demam tinggi dan sempat dirawat di Eka Hospital dan dirujuk ke RSUP Persahabatan, Jakarta.
 
Empat hari usai M dirawat, pada 21 Maret, N, ayah M menunjukan gejala serupa dan dirawat di RS Husada Insani, Tangerang. Usai dirawat empat hari, pada tanggal 24 Maret, yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia.
 
Sementara itu, Dirjen Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Subur mengatakan, proses identifikasi penularan di lingkungan almarhum akan dilakukan selama 14 hari.
 
“Untuk berjaga-jaga, kita juga men-drop 16 ribu oseltamivir (obat antiinfluenza) ke Kota Tangerang,” tutup dia

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan