Jakarta: Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan puluhan juta anak Indonesia menggunakan internet. Hal itu perlu diwaspadai lantaran ada risiko yang menghantui.
"Di Indonesia, 30 juta anak menjadi pengguna internet. Ancaman-ancaman penggunaan internet untuk anak di ranah daring itu cukup banyak," kata Nezar dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 November 2023.
Nezar mengatakan tingginya jumlah pengguna internet usia anak menghadirkan ancaman dan risiko yang besar. Mulai dari paparan konten negatif, perundungan siber (cyberbullying) kepada anak, bahaya kebocoran data anak, hingga pelecehan seksual.
"Semua pihak harus mewaspadai intensi untuk melakukan kejahatan," papar dia.
Nezar menyebut kecerdasan buatan (AI) bisa digunakan untuk mendeteksi cyberbullying. Caranya dengan upaya pengamanan dan deteksi pola pelaku cyberbullying.
"Serta mengidentifikasi pelaku kekerasan online melalui deteksi perilaku di ruang digital," jelas dia.
Selain itu, AI berpotensi menghadirkan perlindungan keamanan dan dan privasi. Kemudian membantu orang tua memantau durasi penggunaan gawai.
"Tentu saja supaya anak tidak terlalu larut dalam penggunaan digital dan mengatasi kecanduannya juga," tutur Nezar.
Jakarta: Wakil Menteri
Kementerian Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan puluhan juta anak Indonesia menggunakan
internet. Hal itu perlu diwaspadai lantaran ada risiko yang menghantui.
"Di Indonesia, 30 juta anak menjadi pengguna internet. Ancaman-ancaman penggunaan internet untuk anak di ranah daring itu cukup banyak," kata Nezar dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 November 2023.
Nezar mengatakan tingginya jumlah pengguna internet usia anak menghadirkan ancaman dan risiko yang besar. Mulai dari paparan konten negatif, perundungan siber (
cyberbullying) kepada anak, bahaya kebocoran data anak, hingga pelecehan seksual.
"Semua pihak harus mewaspadai intensi untuk melakukan kejahatan," papar dia.
Nezar menyebut kecerdasan buatan (AI) bisa digunakan untuk mendeteksi
cyberbullying. Caranya dengan upaya pengamanan dan deteksi pola pelaku
cyberbullying.
"Serta mengidentifikasi pelaku kekerasan online melalui deteksi perilaku di ruang digital," jelas dia.
Selain itu, AI berpotensi menghadirkan perlindungan keamanan dan dan privasi. Kemudian membantu orang tua memantau durasi penggunaan gawai.
"Tentu saja supaya anak tidak terlalu larut dalam penggunaan digital dan mengatasi kecanduannya juga," tutur Nezar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(END)