Jakarta: Itikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Banyak umat Islam melaksanakan itikaf di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Secara bahasa, itikaf berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat. Sementara menurut istilah syariat, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu.
Anjuran melakukan itikaf pada sebuluh malam terakhir Ramadan diterangkan dalam sebuah hadis dari Abu Said Al-Khudri. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya ia (Lailatul Qadar) berada di sepuluh akhir. Siapa di antara kalian yang ingin beri'tikaf, maka beri'tikaflah (pada sepuluh akhir)." (HR. Muslim).
Saat menjalankan itikaf, seorang muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Umat muslim juga perlu memahami hal-hal yang dilarang selama itikaf.
Hal yang Dilarang Selama Itikaf
1. Berhubungan Suami Istri
Berhubungan suami istri merupakan larangan yang jelas bagi orang yang sedang beritikaf. Karena itu, pasangan suami istri yang sedang beritikaf harus menjaga diri dari aktivitas tersebut hingga itikaf selesai.
Hal ini disebutkan langsung dalam Al-Qur’an pada QS. Al-Baqarah ayat 187:
وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“Janganlah kalian campuri istri-istri kalian, sedang kalian sedang beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al Baqarah: 187).
2. Keluar Masjid Tanpa Keperluan Mendesak
Seseorang yang beritikaf dianjurkan tetap berada di dalam masjid. Keluar dari masjid tanpa alasan yang dibenarkan, seperti keperluan mendesak (misalnya ke kamar mandi atau mengambil makanan), dapat membatalkan itikaf.
Tujuan itikaf sendiri adalah memfokuskan diri pada ibadah dan menjauh dari aktivitas duniawi. Oleh karenanya, ini menjadi salah satu hal yang dilarang saat sedang melakukan itikaf.
3. Melakukan Aktivitas yang Tidak Bermanfaat
Selama itikaf, seorang muslim dianjurkan menyibukkan diri dengan ibadah. Aktivitas yang tidak bermanfaat seperti mengobrol berlebihan, bermain gawai tanpa tujuan ibadah, atau kegiatan lain yang melalaikan sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kekhusyukan.
4. Melakukan Perbuatan Maksiat
Segala bentuk maksiat seperti berkata kasar, bergosip, atau melakukan perbuatan dosa tentu tidak diperbolehkan selama itikaf. Ibadah ini justru bertujuan membersihkan hati dan memperbanyak amal kebaikan.
5. Keluar haid atau nifas
Salah satu syarat sah itikaf adalah berada dalam kondisi suci dari hadas besar, seperti haid dan nifas. Apabila seseorang mengalami haid atau nifas ketika sedang menjalankan itikaf, maka ibadah tersebut tidak lagi sah sehingga ia tidak diperbolehkan melanjutkan itikaf.
Jakarta: Itikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir bulan
Ramadan. Banyak umat Islam melaksanakan itikaf di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Secara bahasa, itikaf berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat. Sementara menurut istilah syariat, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu.
Anjuran melakukan itikaf pada sebuluh malam terakhir Ramadan diterangkan dalam sebuah hadis dari Abu Said Al-Khudri. Nabi Muhammad SAW bersabda: "
Sesungguhnya ia (Lailatul Qadar) berada di sepuluh akhir. Siapa di antara kalian yang ingin beri'tikaf, maka beri'tikaflah (pada sepuluh akhir)." (HR. Muslim).
Saat menjalankan itikaf, seorang muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Umat muslim juga perlu memahami hal-hal yang dilarang selama itikaf.
Hal yang Dilarang Selama Itikaf
1. Berhubungan Suami Istri
Berhubungan suami istri merupakan larangan yang jelas bagi orang yang sedang beritikaf. Karena itu, pasangan suami istri yang sedang beritikaf harus menjaga diri dari aktivitas tersebut hingga itikaf selesai.
Hal ini disebutkan langsung dalam Al-Qur’an pada QS. Al-Baqarah ayat 187:
وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“Janganlah kalian campuri istri-istri kalian, sedang kalian sedang beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al Baqarah: 187).
2. Keluar Masjid Tanpa Keperluan Mendesak
Seseorang yang beritikaf dianjurkan tetap berada di dalam masjid. Keluar dari masjid tanpa alasan yang dibenarkan, seperti keperluan mendesak (misalnya ke kamar mandi atau mengambil makanan), dapat membatalkan itikaf.
Tujuan itikaf sendiri adalah memfokuskan diri pada ibadah dan menjauh dari aktivitas duniawi. Oleh karenanya, ini menjadi salah satu hal yang dilarang saat sedang melakukan itikaf.
3. Melakukan Aktivitas yang Tidak Bermanfaat
Selama itikaf, seorang muslim dianjurkan menyibukkan diri dengan ibadah. Aktivitas yang tidak bermanfaat seperti mengobrol berlebihan, bermain gawai tanpa tujuan ibadah, atau kegiatan lain yang melalaikan sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kekhusyukan.
4. Melakukan Perbuatan Maksiat
Segala bentuk maksiat seperti berkata kasar, bergosip, atau melakukan perbuatan dosa tentu tidak diperbolehkan selama itikaf. Ibadah ini justru bertujuan membersihkan hati dan memperbanyak amal kebaikan.
5. Keluar haid atau nifas
Salah satu syarat sah itikaf adalah berada dalam kondisi suci dari hadas besar, seperti haid dan nifas. Apabila seseorang mengalami haid atau nifas ketika sedang menjalankan itikaf, maka ibadah tersebut tidak lagi sah sehingga ia tidak diperbolehkan melanjutkan itikaf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)