Eks Kombatan JI: Bom Susulan Berpeluang Terjadi
Ilustrasi terorisme/Medcom.id/Mohammad Rizal
Jakarta: Mantan kombatan Jamaah Islamiyah Ali Fauzi Manzi menilai bom susulan mungkin saja terjadi. Kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bakal kembali menyerang bila tersudut.

"Artinya apakah setelah ini ada bom? Ya tidak ada yang bisa memastikan, tapi peluang ada, iya, karena kelompok ini dikejar-kejar polisi. Biasanya orang yang tersudut itu akan berbuat nekat dan melakukan aksi, yang penting mati cepat ketemu bidadari," kata Ali kepada Medcom.id, Selasa, 15 Mei 2018.

Ali menjelaskan serangan bom yang melibatkan satu keluarga di Surabaya merupakan yang pertama di Indonesia. Satu keluarga tersebut mempunyai pemahaman sama sehingga bisa melakukan serangan.


"Kalau keluarga sebetulnya adik kakak itu sudah sering terjadi, sementara anak, bapak, ibu, ini yang pertama kali. Tapi kalau bicara tentang keluarga sudah ada berulang. Tentu karena ada faktor ideologi bahwa apa yang dia lakukan itu adalah bagian dari pada jihad, mati sahid," jelas Ali.

Baca: Mantan Kombatan Sebut Mustahil Bom Surabaya Pengalihan Isu

Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan pelaku teror di Surabaya diduga kuat satu keluarga. Salah satu pelaku bernama Dita Upriyanto merupakan pimpinan JAD di Surabaya.
Terduga meledakkan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya menggunakan mobil Avanza. "Dita ini diduga keras adalah bapak atau orang tua pelaku lainnya," kata Tito di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.

Sebelum melakukan bom bunuh diri, terang Tito, Dita terlebih dahulu mengantar istrinya, Puji Kuswati, dan kedua putrinya F (12) dan V (9) ke GKI di Jalan Diponegoro.

"Setelah men-drop istri dan kedua putrinya, bom sudah posisi dililitkan di bagian perut dan dada kedua putrinya. Dan kemudian meledakkan diri," ucap dia.

Kemudian pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, dilakukan Y (18) dan FH (16) yang merupakan putra Dita dan Puji.  

"Keduanya melakukan bom bunuh diri dengan mengendarai sepeda motor masuk ke area gereja. Jadi semua adalah serangan bom bunuh diri, cuma jenis bomnya saja berbeda," kata eks Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id