Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.

Wapres JK Minta Boeing Buktikan Keamanan 737 MAX 8

Nasional boeing kementerian perhubungan
Achmad Zulfikar Fazli • 12 Maret 2019 19:44
Jakarta: Perusahaan Boeing diminta membuktikan pesawat berjenis 737 MAX 8 layak terbang. Sehingga, pemerintah segera mencabut larangan bagi maskapai nasional untuk menerbangkan pesawat tersebut.
 
"Boeing harus membuktikan pesawatnya baik," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.
 
JK mengakui keputusan larangan terbang sementara (temporary grounded) ini merugikan maskapai dan perusahaan Boeing. Sebab, pihak maskapai harus memarkirkan sementara pesawatnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tapi, JK menilai keputusan ini sudah tepat. Menurut dia, pemerintah harus berhati-hati demi keamanan penumpang.
 
"Lebih baik hati-hati mengambil tindakan dibanding membiarkan. Kalau terjadi apa-apa habis kan," ujar ketua Dewan Masjid Indonesia itu.
 
(Baca juga: Boeing 737 Max 8 Tidak Boleh Terbang Selama Seminggu)
 
Larangan terbang sementara untuk pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 akan berjalan selama sepekan. Hasil inspeksi selama grounded itu juga akan diinformasikan ke pihak Boeing.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan langkah tersebut diambil lantaran jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737 MAX 8. Pemerintah ingin memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang.
 
"Salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Ditjen Hubud adalah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara (temporary grounded), untuk memastikan kondisi pesawat jenis tersebut laik terbang (airworthy) dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan,” kata Polana, di Jakarta, Senin, 11 Maret 2019.
 
Inspeksi akan dimulai secepatnya mulai Selasa, 12 Maret 2019. Apabila ditemukan masalah pada saat inspeksi, pesawat tersebut akan dilarang terbang sementara sampai dinyatakan selesai oleh inspektur penerbangan.
 
Sejauh ini pengawasan untuk pengoperasian pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 sudah dilakukan sejak 30 Oktober 2018, pascakecelakaan Lion Air JT610 PK-LQP.
 
(Baca juga:Pengamat Duga Ada Perubahan pada Sistem Boeing 737 MAX 8)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif