Keluarga korban insiden Lion Air mengaku ke Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Keluarga korban insiden Lion Air mengaku ke Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Keluarga Korban Lion Air Mengadu ke DPR

Nasional Lion Air Jatuh
Whisnu Mardiansyah • 21 Januari 2019 15:58
Jakarta: Sejumlah keluarga korban insiden kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 menemui Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Mereka mengadu terkait kompensasi yang belum disepakati maskapai Lion Air.
 
"Kita rujuk saja Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 (Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara). Di dalam Pasal 3, ada aturan mengenai kompensasi," kata kuasa hukum keluarga korban, Aprilia Supraliyanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2019.
 
Menurut dia, pasal itu menyebutkan maskapai wajib memberikan kompensasi Rp1,25 miliar per korban. Hal ini pun berbeda dengan asuransi. "Asuransi berdiri sendiri, itu ada hitungannya," jelas Aprilia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, kata Aprilia, Lion Air selalu berdalih kewajiban maskapai hanya memberikan asuransi bukan kompensasi. Padahal, Permenhub tidak mengatur adanya asuransi kepada keluarga korban.
 
"Lion mencoba menafsirkan dengan berbagai macam tafsiran yang kemudian itu menyesatkan keluarga korban," jelas dia.
 
Maskapai pun terkesan mempersulit keluarga korban dalam pencarian kompensasi. Keluarga korban diminta membuat komitmen tak menuntut ganti rugi berlebih ke Lion Air.
 
"Dalam UU (undang-undang) dan Permenhub sendiri dimungkinkan keluarga korban menuntut lebih dari ganti rugi atau kompensasi dengan catatan keluarga korban bisa buktikan itu kesalahan Lion Air," jelas dia.
 
Ia berharap pemerintah bisa turun tangan mengatasi masalah ini. Dia tak ingin ada konflik kepentingan antara Lion Air dan pemerintah.
 
"Tapi kalau seandainya ada semacam itu tolong selesaikan. Hentikan itu, berikan hak hak dari warga negara ini," ujarnya.
 
Fahri mengatakan seharusnya pemerintah memberikan kepastian kepada keluarga korban tentang akhir pencarian dan tentang kompensasi yang diterima keluarga korban. Pemerintah dan pihak bertanggung jawab diminta berkoordinasi menyelesaikan semua urusan kepada keluarga korban.
 
Baca: Investigasi Lion Air PK-LQP Ditargetkan Rampung Agustus 2019
 
"Kita sering memberikan contoh-contoh kasus, kalau kemarin itu ada kasus 80 hari ini cuman 13 hari, bahkan di Malaysia itu kita tahu kasus jatuhnya Malaysia Airline tuh sampai Pak Mahathir (Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad) dilantik kemarin masih penandatangan kontrak pencarian korban," jelas Fahri.
 
Fahri berjanji akan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo supaya aspirasi keluarga korban tersampaikan. "Supaya Presiden membantu keluarga korban menyelesaikan akhir cerita, orang kehilangan itu lama dia merendam luka yang meredam luka," kata Fahri.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi