Ilustrasi. Foto: Antara/Rony Munarman
Ilustrasi. Foto: Antara/Rony Munarman

Pemberantasan Narkoba dan Terorisme Angkat Citra Polri

Nasional terorisme polri pemberantasan narkoba
31 Desember 2018 13:54
Jakarta: Citra Polri terangkat tahun ini karena mampu memberantas narkoba dan terorisme. Setidaknya demikian yang diamati Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni.

“Saya melihat kinerja Polri dan BNN sangat baik dalam pemberantasan narkoba tahun ini. Sinergisitas dengan stakeholder lain, khususnya Bea Cukai dan TNI AL, mampu menggagalkan sejumlah penyelundupan besar,” kata politisi Partai NasDem ini, melalui keterangan tertulis, Senin, 31 Desember 2018. 

Ia berharap tahun depan kinerja kepolisian lebih ditingkatkan lagi. "Semakin mengurangi pergerakan para bandar narkoba yang ingin menjadikan Indonesia sebagai surga para pecandu,” katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Polri mencatat sebanyak 49.079 orang terlibat kasus narkoba sepanjang 2018 atau menurun 22 persen dibanding pada 2017 dengan angka 63.108 orang. Namun, terjadi peningkatan pada kasus yang ditangani, yakni dari 36.428 kasus di 2017 menjadi 38.316 kasus di 2018.  Sejumlah kasus besar penyelundupan yang diungkap Polri tahun ini antara lain pengungkapan sabu 1,6 ton di Perairan Batam, Kepri, serta penyelundupan 70,7 kilogram sabu dan 49.238 butir amphetamine (ekstasi) ekstasi asal Malaysia di Apartemen Season City, Tambora, Jakarta Barat, pada pertengahan Desember lalu.

Baca: Kompolnas Menilai Kinerja Polri Semakin Baik

Ke depan, Sahroni berharap penegak hukum memetakan jalur masuk narkoba ke Indonesia. Terutama untuk kawasan pesisir pantai timur Sumatera yaitu Aceh, Medan, Riau, Kepri, hingga Lampung yang kerap menjadi jalur penyelundupan narkoba.

“Pemetaan daerah rawan harus diikuti pengawasan ketat dan penindakan tegas,” kata dia.

Deteksi dini terorisme

Sahroni juga mengapresiasi Polri memberantas terorisme. Polri dinilai berhasil mencegah berbagai teror sebelum menghadapi perhelatan besar Asian Games 2018, Asian Para-Games 2018, serta pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia. Tercatat 270 orang ditangkap karena menebar ancaman teror.

Adapun total pelaku teror yang diungkap selama 2018 sebanyak 396 orang dengan rincian 141 orang disidangkan, 204 orang tahap penyidikan, 25 orang ditembak mati, 13 orang meninggal karena bunuh diri, 12 orang divonis, dan satu orang mengembuskan nafas terakhir karena sakit. 

“Dengan terbitnya UU Nomor 5 Tahun 2018 upaya pencegahan menjadi lebih efektif. Amannya berbagai acara internasional di Indonesia selama beberapa bulan terakhir menjadi bukti efektifnya beleid ini,” kata Sahroni.

Meski begitu, Polri tetap diminta terus melakukan deteksi dini terhadap terorisme, khususnya memasuki pesta demokrasi. "Pemilu Serentak 2019 tak boleh dikacaukan oleh aksi terorisme,” kata dia.

Ombudsman Republik Indonesia merekam jumlah aduan terhadap malaadministrasi di lingkup Polri menurun dengan angka 374 laporan. Si tahun sebelumnya jumlah aduan yang diterima Ombudsman sebanyak 547 perkara.




(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi